Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia, Sony Sonjaya, membuka kegiatan Pengarahan dan Evaluasi Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Mitra dan Yayasan se-Provinsi Bengkulu, Rabu (21/1), di Hotel Mercure Bengkulu. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan gagasan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia, Sony Sonjaya, membuka kegiatan Pengarahan dan Evaluasi Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Mitra dan Yayasan se-Provinsi Bengkulu, Rabu (21/1), di Hotel Mercure Bengkulu.


‎Dalam arahannya, Sony Sonjaya menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan cita-cita mulia Presiden Prabowo untuk melahirkan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pemenuhan gizi yang optimal. Program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

‎“Ini adalah cita-cita mulia Bapak Presiden untuk melahirkan generasi bangsa yang luar biasa. Program Makan Bergizi Gratis bertujuan memberikan asupan gizi yang optimal dengan sasaran balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok pendidik,” ujar Sony dalam sambutannya.

‎Ia menegaskan bahwa kelompok pendidik memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul, sehingga perlu didukung dengan pemenuhan gizi yang baik. Namun demikian, sasaran utama MBG tetap difokuskan pada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.

‎Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Gubernur Helmi Hasan untuk mendukung penuh seluruh program Presiden Prabowo selama lima tahun kepemimpinan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.

‎“Bapak Gubernur Helmi Hasan bersama saya sejak awal menerima amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk saat mengikuti retret kepemimpinan di Magelang, telah berkomitmen mengakselerasi program Asta Cita Presiden Prabowo, dengan salah satu program utama yakni Makan Bergizi Gratis,” kata Mian.

‎Wagub Mian juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, Forkopimda, DPRD, hingga masyarakat, untuk bersinergi dan berkolaborasi demi menyukseskan pelaksanaan MBG di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

‎BGN Tekankan Pentingnya Peran Pemda Sukseskan MBG

‎Dalam kesempatan yang sama, Sony Sonjaya juga menekankan pentingnya peran Pemerintah Daerah dalam menyiapkan bahan pangan lokal guna mendukung keberhasilan MBG sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mengingatkan agar dana besar yang dialokasikan pemerintah pusat tidak justru mengalir ke luar Bengkulu.

‎“Kebutuhan bahan pokok harus dipikirkan oleh Pemda di Bengkulu. Jangan sampai dana miliaran rupiah yang dikirim pemerintah pusat justru mengalir ke daerah lain,” tegas Sony.

‎Ia mendorong pengembangan sektor pertanian dan peternakan lokal untuk memenuhi kebutuhan MBG, seperti ayam, telur, beras, dan buah-buahan. Sony mencontohkan masih adanya komoditas yang didatangkan dari luar daerah, seperti pisang, sehingga perputaran ekonomi tidak terjadi di Bengkulu.

‎Selain aspek ekonomi, Sony juga mengingatkan mitra pelaksana agar memberikan pelayanan terbaik dengan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat. Ia menegaskan bahwa pada tahun 2026 akan dilakukan evaluasi, dan mitra yang tidak memenuhi standar berpotensi diputus kontraknya.

‎“Kami tegas, SOP harus dipatuhi dan dilaksanakan. Jika SOP dijalankan dengan baik, insyaallah tidak akan terjadi keracunan makanan,” tutupnya.