Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Bima Dwi Putra, pemilik Rental Mobil Bima 2000 Group, terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Rental Kendaraan Indonesia (Asperda) Bengkulu periode 2026-2029 melalui Musyawarah Daerah (Musda) I yang digelar di Raflesia Beach Resto, Sabtu (26/9/2026).

Musda perdana DPD Asperda Bengkulu tersebut mengusung tema “Sinergi Pengusaha Rental Bengkulu yang Profesional, Kuat dan Berdaya Saing”. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para pelaku usaha rental kendaraan di Bengkulu untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun kerja sama dalam pengembangan bisnis.

Dalam Musda tersebut, terdapat dua kandidat yang maju sebagai calon Ketua DPD Asperda Bengkulu, yakni Edo Rental Mobil dan Bima Dwi Putra. Setelah melalui proses pemilihan, Bima Dwi Putra dipercaya memimpin DPD Asperda Bengkulu.

Bima mengatakan, terlaksananya Musda I menjadi langkah awal untuk membangun wadah bersama bagi para pengusaha rental kendaraan di Bengkulu.

“Alhamdulillah, Musda pertama Asperda DPD Bengkulu berhasil dilaksanakan. Saya berharap Asperda dapat menjadi forum bagi teman-teman rental untuk bersatu dan bersilaturahmi,” kata Bima.

Menurutnya, keberadaan Asperda diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga ruang bagi para pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman, informasi, peluang pekerjaan, serta pengetahuan dalam menjalankan bisnis rental kendaraan.

“Kita dapat saling berbagi pengalaman, berbagi pekerjaan, dan berbagi pengetahuan tentang bisnis. Semoga ini menjadi wadah bagi semua pelaku rental yang ada di Bengkulu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Asperda Erwin Suryana menjelaskan bahwa Asperda memiliki karakteristik sebagai organisasi yang berorientasi pada kepentingan dan pengembangan bisnis para anggotanya.

Ia menyebut, Asperda tidak hanya dibangun sebagai komunitas, tetapi sebagai asosiasi pengusaha yang memiliki arah pengembangan usaha dan program kerja yang memberikan manfaat bagi anggota.

Erwin menjelaskan, salah satu karakteristik Asperda adalah memiliki unit bisnis melalui PT Asperda Indonesia Mandiri. Selain itu, keanggotaan Asperda ditujukan bagi badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT) atau commanditaire vennootschap (CV).

“Program kerja yang dilaksanakan DPP tujuannya untuk mendukung bisnis anggota. Kemudian, seluruh kegiatan Asperda berorientasi pada pengembangan usaha,” jelas Erwin.

Menurut Erwin, mengelola organisasi pengusaha memiliki tantangan berbeda dibandingkan organisasi komunitas. Dalam organisasi berbasis bisnis, kepentingan usaha menjadi salah satu hal yang dapat memperkuat hubungan antaranggota.

Karena itu, pengurus Asperda dituntut mampu memberikan manfaat bisnis kepada anggotanya. Manfaat tersebut, kata dia, tidak hanya berupa peluang mendapatkan pekerjaan atau pesanan, tetapi juga peningkatan wawasan, kemampuan, pemahaman bisnis, pelatihan, serta pembangunan jejaring usaha.

“Manfaat bisnis tidak hanya soal pesanan. Peningkatan wawasan, kemampuan, pemahaman di bidang bisnis, membangun jejaring, dan menciptakan hubungan kerja sama antaranggota juga merupakan manfaat bisnis,” katanya.

Erwin mengibaratkan Asperda sebagai sebuah kolam, sedangkan para anggota merupakan pemancing. Tugas organisasi adalah menyediakan ruang usaha yang baik dan menciptakan lingkungan bisnis yang sehat agar anggota dapat mengembangkan usahanya.

Menurut dia, organisasi juga memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan bisnis agar tetap profesional dengan mencegah berbagai persoalan yang dapat merugikan anggota, seperti tidak memenuhi kesepakatan dalam hubungan bisnis dan persoalan pembayaran.

DPP Asperda, lanjut Erwin, juga memiliki divisi hukum dan advokasi yang bertugas membantu menangani persoalan hukum serta menjaga hubungan bisnis antaranggota tetap berjalan sesuai kesepakatan.

Ia berharap kepengurusan DPD Asperda Bengkulu yang terbentuk melalui Musda I mampu menjalankan organisasi dengan mengedepankan kepentingan pengembangan usaha anggota.

“Selamat bermusda. Saya sangat menyambut baik kegiatan ini. Saya berharap pemimpin yang terpilih mampu menjalankan tugas sebagai pemimpin organisasi pengusaha. Tantangannya tidak mudah,” ujar Erwin.

Terpilihnya Bima Dwi Putra diharapkan menjadi awal penguatan organisasi pengusaha rental kendaraan di Bengkulu, sekaligus membuka ruang sinergi yang lebih luas bagi pelaku usaha rental dalam meningkatkan profesionalisme dan daya saing.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.