Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan workout bersama di Bengkulu Infight Camp Mix Martial Art, yang terletak di Kompleks Stadion Sawah Lebar, Kota Bengkulu. Kegiatan ini melibatkan berbagai disiplin seni bela diri, seperti Muaythai, Kick Boxing, Wushu, Brazilian Jiu-Jitsu, Wrestling, Sambo, dan Karate Combat.

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh inspiratif, di antaranya Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan, Fight Master Dedy Armansyah, serta fighter profesional seperti Deni Arif dan Deni Daffa. Para pengusaha dan atlet bersinergi untuk menyukseskan acara yang memadukan olahraga dan pengembangan mindset positif ini.
Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kerja sama lintas bidang antara atlet dan pengusaha. Menurutnya, olahraga tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi sarana membangun semangat kolaborasi untuk kemajuan daerah.
“Kami ingin menciptakan budaya kerja sama lintas bidang, baik antara pengusaha maupun atlet, demi kemajuan Bengkulu. Ini juga menjadi bukti bahwa olahraga dan mindset positif adalah modal utama dalam mencapai keberhasilan,” ujar Yosia.
Yosia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, termasuk jajaran pengurus HIPMI dan keluarganya. Ia menekankan bahwa dukungan keluarga, terutama dari istrinya, menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu.
“Saya sangat bersyukur memiliki istri yang selalu mendukung saya. Dukungan keluarga adalah energi utama saya dalam memimpin BPD HIPMI Bengkulu. Saya berharap semangat kolaborasi ini terus hidup dalam setiap kegiatan HIPMI di masa depan,” kata Yosia.
Ia juga menyoroti pentingnya olahraga sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Mengutip inspirasi dari dr. Kenneth H. Cooper, pelopor pelatihan aerobik, yang tetap aktif dan sehat hingga usia 93 tahun, Yosia mengajak peserta untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
Dalam kesempatan itu, Yosia juga membagikan pengalamannya dari seminar bersama Grace Tahir, pemilik Mayapada Group. Ia menyampaikan bahwa mindset adalah kunci utama untuk mencapai keberhasilan.
“Mindset adalah segalanya. Jika kita ingin mencapai sesuatu, kita harus memvisualisasikan diri kita sebagai pribadi yang sesuai. Misalnya, jika ingin rajin olahraga, berpikirlah seperti seorang atlet. Membiasakan hal-hal positif secara konsisten dapat membentuk karakter dan membuka jalan menuju kesuksesan,” tambahnya.
Sementara itu, Fight Master Dedy Armansyah, selaku Founder Bengkulu Infight Camp, mengapresiasi kegiatan kolaborasi ini. Ia berharap sinergi antara dunia olahraga dan pengusaha dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di Bengkulu.
“Setidaknya dengan olahraga, tubuh jadi sehat dan bugar, meskipun medianya adalah seni bela diri. Ke depan, mungkin ada pengurus HIPMI yang tertarik mengikuti program belajar bela diri sebagai olahraga. Kami memiliki berbagai kelas yang bisa disesuaikan,” jelas Dedy.
Acara ini juga diwarnai dengan sesi pelatihan bersama yang dipandu oleh fighter profesional, Deni Arif dan Deni Daffa. Para peserta diajak untuk mencoba berbagai latihan, mulai dari Muaythai, workout, hingga yoga.
Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara pengusaha dan atlet, tetapi juga menginspirasi masyarakat Bengkulu untuk menjaga kesehatan melalui olahraga. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kemajuan daerah, khususnya di bidang olahraga dan kewirausahaan.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan