Wonogiri, Berita Merdeka Online — Dugaan penyimpangan dalam proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Kenteng, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mulai terkuak. Sejumlah warga mengungkap indikasi kuat adanya rekayasa anggaran dan pekerjaan dalam proyek yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut.

Fakta mencuat pada Selasa, 16 Desember 2025, setelah warga menemukan meteran air bekas yang disimpan di rumah salah satu warga berinisial SM. Temuan ini memicu kecurigaan publik bahwa proyek Pamsimas yang seharusnya membangun jaringan baru justru diduga hanya memanfaatkan infrastruktur lama dengan sedikit perubahan.

SM, warga Desa Kenteng, kepada awak media menegaskan bahwa Pokmas Pamsimas diduga melakukan manipulasi belanja material. Ia menyebut alasan pembelian material dari luar daerah seperti Solo dan Klaten hanyalah dalih untuk mengesankan keseriusan proyek. Padahal, menurutnya, material pipa (pralon) bermerek juga tersedia di Wonogiri dengan kualitas yang tidak kalah.

Temuan meteran air bekas proyek Pamsimas Desa Kenteng Wonogiri
Meteran air bekas yang diduga digunakan kembali dalam proyek Pamsimas Desa Kenteng, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri.

“Faktanya, yang dikerjakan hanya proyek lama. Meteran diganti, lalu dibuatkan toren baru. Tidak ada pembangunan jaringan baru sebagaimana mestinya,” ujar SM dengan nada kecewa.

Dugaan tersebut diperkuat oleh pernyataan Dedi, pendamping Pamsimas, yang sebelumnya diwawancarai melalui sambungan telepon. Dedi menyebut bahwa material harus didatangkan dari luar Wonogiri untuk memenuhi standar teknis. Pernyataan ini dinilai warga senada dengan keterangan Yusuf selaku pengurus Pokmas, sehingga menimbulkan dugaan adanya pola penjelasan yang telah disiapkan sejak awal.

Warga menilai alasan tersebut tidak logis dan berpotensi menyesatkan publik. Mereka menduga adanya rekayasa sistematis dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek. Pepatah lama pun kembali terngiang di tengah masyarakat: sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.

Proyek Pamsimas sejatinya bertujuan meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat desa. Namun, jika dugaan penyalahgunaan anggaran ini terbukti, maka tujuan mulia program nasional tersebut tercederai. Warga berharap instansi terkait, termasuk Inspektorat dan aparat penegak hukum, segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek desa, transparansi anggaran, serta peran aktif masyarakat dalam mengawal penggunaan dana publik. Pemerintah daerah diminta tidak tutup mata demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan program Pamsimas benar-benar memberi manfaat nyata. (Kastomo)