BLORA, Berita Merdeka Online – Pada 24 Juli 2024, Bupati Blora, Arief Rohman, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora dan pelajar di Kabupaten Blora, mengadakan Apel Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dan meluncurkan program Jateng Zero Bullying di SMK N 1 Blora. Acara ini dihadiri oleh Dandim 0721/Blora Letkol Czi. Yuli Hartanto, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, Wakapolres Kompol Riwayat Sosiyanto, serta pejabat utama dan perwakilan dari Kapolsek jajaran Polres Blora.
Peserta yang menghadiri Apel PKS dan peluncuran program Jateng Zero Bullying meliputi, perwakilan kepala sekolah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua OSIS, guru, siswa SMK N 1 Blora, anggota OSIS, dan anggota PKS dari berbagai sekolah di Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut mencakup pembacaan Ikrar Anggota PKS, penyematan PIN, penyerahan buku saku Jateng Zero Bullying, dan penandatanganan deklarasi Launching Jateng Zero Bullying.
Bupati Blora Arief Rohman, dalam amanatnya yang membacakan pesan dari Kapolda Jawa Tengah, menjelaskan sejarah PKS. Pada tanggal 5 Juni 1975, nama Polisi Keamanan Sekolah diubah menjadi Patroli Keamanan Sekolah untuk memperluas ruang lingkup tugasnya. Tugas utama PKS adalah mengatur lalu lintas di sekitar sekolah, terutama saat menyeberangkan siswa saat berangkat dan pulang sekolah. PKS bertujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan pada siswa, yang diharapkan dapat melatih jiwa kepemimpinan baik dalam memimpin diri sendiri maupun orang lain.
Bupati menekankan bahwa siswa yang memiliki kedisiplinan kecil kemungkinan akan melanggar tata tertib sekolah. “Kepada adik-adik PKS, kalian adalah orang-orang terpilih untuk memberi contoh, menanamkan keamanan, kelancaran, dan ketertiban berlalu lintas kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing,” ucap Bupati Blora.
Bupati juga menyampaikan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama. Polda Jawa Tengah memiliki program “Stop Bullying” atau “Zero Bullying” yang sudah digalakkan di seluruh jajaran. Tujuannya adalah mewujudkan Jawa Tengah Zero Bullying di satuan pendidikan.
“Kita harus berkomitmen dan aktif dalam upaya pencegahan potensi perundungan dan kekerasan dalam bentuk apapun (bullying) di lingkungan satuan pendidikan yang ada di Jawa Tengah. Dengan demikian, anak-anak akan memiliki lingkungan yang nyaman untuk bertumbuh kembang dan mencapai cita-cita mereka di masa depan,” tandas Bupati Arief.(day)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan