Serdang Bedagai, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) memberikan apresiasi tinggi atas sinergi nyata antara TNI dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sergai, Darma Wijaya, saat menghadiri panen raya di lahan pertanian Kodam I/Bukit Barisan di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (11/7).
“Kegiatan ini bukti konkret komitmen TNI mendukung kedaulatan pangan nasional dari desa ke desa. Sinergi seperti inilah yang harus terus diperluas,” ujar Bupati Darma Wijaya.
Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Total area yang dipanen mencapai 106 hektare, terdiri dari 80 hektare tanaman padi ciherang hijau dan 26 hektare palawija seperti jagung dan ubi. Dari luas tersebut, diperkirakan hasil panen mencapai 520 ton padi dan 780 ton palawija.

Darma Wijaya menekankan, kehadiran TNI dalam sektor pangan membawa paradigma baru bahwa pertahanan tidak hanya soal kekuatan militer, tetapi juga soal bagaimana menjaga keberlanjutan pangan masyarakat.
“Gotong royong prajurit dengan warga untuk menanam dan memanen bersama adalah contoh nyata. Ini menjadi inspirasi bagi kabupaten lain dalam mengoptimalkan lahan tidur dan mendukung ketahanan pangan lokal,” tambahnya.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan, kegiatan ini bagian dari strategi TNI mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang swasembada pangan.
“Padi ciherang hijau ini punya potensi hasil 6–7 ton per hektare. Targetnya, kami ingin genjot produksi hingga 9–10 ton per hektare ke depan,” jelas Agus.
Tak hanya panen, Panglima TNI juga melepas 40 ton beras hasil panen sebelumnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto menambahkan, Kodam I/BB kini aktif mengelola 6.666 hektare lahan ketahanan pangan di empat provinsi: Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau. Khusus di Sumut, 2.451,6 hektare lahan telah beralih fungsi dari perkebunan menjadi lahan pertanian produktif.
“Lahan di Desa Sidoarjo II Ramunia ini dikelola oleh Kelompok Tani Kartika bersama 120 petani lokal. Semua proses mulai dari pengolahan, penanaman hingga panen dilakukan bergotong royong antara prajurit dan warga,” terang Mayjen Rio.
Menurut Rio, sinergi ini juga memberdayakan petani sekitar agar semakin mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.
“Panen ini bukan seremoni. Ini simbol kerja sama nyata antara TNI dan rakyat untuk mewujudkan Sumut sebagai lumbung pangan nasional,” tutup Rio.
(M Yamin Nasution — Berita Merdeka Online)




Tinggalkan Balasan