SOLOK, Beritamerdekaonline – Proses relokasi pedagang dari kawasan Tugu Ayam Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Bupati Solok Jon Firman Pandu turun langsung ke lokasi dan ikut membantu pemindahan gerobak serta peralatan dagangan, Kamis (13/8/2026).

Relokasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan Tugu Ayam Arosuka. Para pedagang dipindahkan ke lokasi baru yang berada di sekitar kawasan tersebut, tetapi tidak berada di area utama Tugu Ayam.

Bupati Jon Firman Pandu hadir bersama Asisten III Setda Kabupaten Solok Eva Nasri, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu, Kepala Satpol PP dan Damkar Asril, Kepala DKUKMPP Radiatul Hayat, Camat Gunung Talang Riswandi Bahaudin, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kehadiran Bupati mendapat sambutan hangat dari para pedagang. Proses relokasi berlangsung tanpa ketegangan. Para pedagang bahkan secara sukarela ikut mengangkat dan memindahkan gerobak maupun perlengkapan dagangan mereka.

Seorang pedagang sempat berseloroh kepada Bupati agar tidak perlu ikut mengangkat gerobak.
“Pi lah basabuik ka Apak patang, jaan kalapang lo Apak lai. Ndee babayo Pak Bupati, inyo maangkek garobak,” ujar pedagang tersebut.

Ucapan itu sontak mengundang gelak tawa Bupati dan para pedagang.
Di tengah proses pemindahan, Jon Firman Pandu memastikan seluruh gerobak dan perlengkapan pedagang dapat segera dipindahkan.
“Ada yang perlu digotong atau tidak?” tanya Jon Firman Pandu.
“Tidak, tidak perlu, Pak,” jawab pedagang.

“Terima kasih, langsung bantu angkat semuanya,” ujar Bupati.
Pemindahan dilakukan secara gotong royong. Sejumlah gerobak dan perlengkapan dagangan diangkut menggunakan kendaraan dengan bantuan petugas Satpol PP. Sementara perlengkapan lainnya dipindahkan langsung oleh para pedagang.

Pemerintah Kabupaten Solok juga telah menyediakan tenda-tenda di lokasi baru sebagai tempat para pedagang melanjutkan aktivitas berjualan.
Jon Firman Pandu mengatakan, lokasi baru tersebut akan terus ditata agar dapat memberikan tempat yang lebih baik bagi para pedagang.
“Nanti kita geser ke sana. Kita juga akan mendapatkan bantuan dari bank, dari Bank Nagari,” katanya.

Menurut dia, dukungan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu perbaikan dan penataan lokasi baru pedagang agar lebih rapi.
“Nanti kita geser ke sana untuk tambahan bantuan, baik untuk perbaikan maupun penataan agar lebih rapi. Namun, nanti di sana kita tata seluruhnya,” ujarnya.

Relokasi pedagang sekaligus menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi kawasan Tugu Ayam sebagai ruang publik. Setelah pedagang dipindahkan, kawasan tersebut akan dibersihkan dan ditata kembali.

“Ini adalah lokasi tempat kita memindahkan para pedagang kita. Jadi, Taman Tugu Ayam nantinya benar-benar dapat digunakan sebagai tempat masyarakat untuk berekreasi, berkunjung, dan menikmati suasana sore hari serta udara yang sejuk,” kata Jon Firman Pandu.

Dengan relokasi tersebut, Pemkab Solok berharap kawasan Tugu Ayam Arosuka dapat tampil lebih bersih, rapi, dan indah, sementara para pedagang tetap memiliki ruang untuk menjalankan aktivitas ekonomi di lokasi yang telah disiapkan pemerintah.

Proses relokasi yang dilakukan secara bersama-sama itu juga memperlihatkan adanya komunikasi antara pemerintah daerah dan pedagang dalam penataan kawasan strategis di Arosuka. (Ikhsan Nz)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.