Kabupaten Semarang, Berita Merdeka Online – Suara mesin pertukangan berpadu dengan aktivitas warga di tengah pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Di bawah terik matahari, Satgas TMMD bersama masyarakat mengolah material kayu yang kelak menjadi rangka teras rumah milik Imam Sukayat.
Sabtu (8/8/2026), kayu-kayu tersebut dipotong, diukur dan dirapikan menggunakan peralatan pertukangan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan penuh ketelitian agar setiap potongan memiliki ukuran dan bentuk sesuai kebutuhan konstruksi.
Bukan pekerjaan sembarangan. Rangka kayu merupakan salah satu bagian penting dalam menopang konstruksi teras. Karena itu, setiap ukuran harus diperhitungkan dan setiap bagian harus dikerjakan secara presisi agar menghasilkan struktur yang kuat dan aman.
Yang menarik, pekerjaan tersebut tidak hanya dilakukan oleh personel Satgas TMMD. Warga sekitar ikut turun tangan membantu. Ada yang mengukur, memotong, merapikan hingga mengangkat material kayu ke lokasi pembangunan.
Dari aktivitas sederhana tersebut, terlihat jelas semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pembangunan tidak dikerjakan secara sendiri-sendiri, tetapi menjadi pekerjaan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Bagi keluarga Imam Sukayat, teras tersebut nantinya bukan sekadar tambahan bangunan. Teras diharapkan dapat menjadi ruang yang lebih nyaman untuk beraktivitas dan sekaligus meningkatkan kualitas hunian keluarga.
Pengerjaan rangka teras menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD Reguler ke-129. Program tersebut mengedepankan sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta memberikan manfaat langsung bagi warga.
Di bawah panas matahari, suara mesin pertukangan terus terdengar. Sebatang demi sebatang kayu diolah hingga menjadi bagian konstruksi yang siap dipasang.
Tidak ada pekerjaan yang dianggap terlalu kecil dalam sebuah pembangunan. Sebab, dari potongan kayu yang sederhana itulah nantinya berdiri sebuah teras yang memberikan kenyamanan bagi keluarga.
Semangat gotong royong menjadi energi utama dalam setiap tahapan. TNI hadir membawa tenaga dan keterampilan, sementara masyarakat memberikan dukungan dan kebersamaan.

Pada akhirnya, yang dibangun melalui TMMD bukan hanya sebuah teras rumah. Ada hubungan yang semakin erat, kepedulian yang semakin kuat, dan semangat bersama untuk membuat Desa Cukil menjadi lebih baik.
Dari kayu menjadi rangka, dari gotong royong menjadi karya. TMMD terus hadir membangun desa bersama rakyat.
(Ikhsan)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan