Kabupaten Semarang, Berita Merdeka Online – Penantian Bu Juharitah untuk memiliki hunian yang lebih aman dan layak kini semakin dekat menjadi kenyataan. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terus menunjukkan perubahan signifikan setelah mendapat perhatian melalui program TMMD Reguler ke-129.
Pada Sabtu (8/8/2026), progres fisik pembangunan rumah tersebut telah mencapai 75 persen.

Angka tiga perempat perjalanan itu menjadi penanda bahwa sejumlah tahapan penting pembangunan telah berhasil dilalui. Bangunan yang sebelumnya membutuhkan banyak pembenahan kini mulai berdiri kokoh dengan bentuk yang semakin jelas.
Perubahan tersebut menghadirkan optimisme baru bagi Bu Juharitah dan keluarganya. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dengan berbagai keterbatasan perlahan bertransformasi menjadi hunian yang diharapkan lebih bersih, sehat, aman dan nyaman.

Di lokasi pengerjaan, aktivitas pembangunan terus berlangsung. Setiap bagian bangunan dikerjakan dengan penuh ketelitian untuk memastikan hasil akhir tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga memiliki kualitas konstruksi yang baik.
Kekompakan antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pekerjaan. Warga ikut membantu sesuai kemampuan, sementara personel Satgas terus mengerjakan setiap tahapan pembangunan dengan penuh semangat.

Semangat gotong royong tersebut membuat suasana pembangunan terasa berbeda. Pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan ketika dikerjakan secara bersama-sama.

Pengawasan terhadap kualitas pekerjaan juga terus dilakukan. Setiap bagian bangunan diperhatikan agar rumah yang nantinya ditempati Bu Juharitah benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarganya.

Bagi masyarakat sekitar, perubahan rumah tersebut juga menjadi kebahagiaan tersendiri. Warga dapat menyaksikan secara langsung bagaimana sebuah hunian yang sebelumnya membutuhkan perhatian kini perlahan berubah menjadi bangunan yang lebih layak.

Bagi Bu Juharitah sendiri, melihat rumahnya telah mencapai progres 75 persen menghadirkan rasa haru dan syukur. Kekhawatiran terhadap kondisi hunian lama perlahan berganti dengan optimisme menatap kehidupan yang lebih baik.

Dukungan warga selama proses pengerjaan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya menyaksikan pembangunan, tetapi turut memberikan tenaga dan kepedulian.

Kini, pembangunan rumah Bu Juharitah tinggal menyisakan sejumlah tahapan sebelum mencapai penyelesaian 100 persen. Tiga perempat perjalanan telah dilewati, dan harapan untuk segera menempati hunian yang lebih layak semakin dekat.

Rumah tersebut nantinya bukan hanya menjadi bangunan yang lebih kokoh, tetapi juga menjadi simbol bahwa kepedulian, kerja keras dan gotong royong mampu mengubah kekhawatiran menjadi harapan.
Dari 75 persen progres pembangunan, Bu Juharitah kini semakin dekat dengan satu impian sederhana: memiliki rumah yang aman untuk berteduh dan nyaman untuk menjadi tempat pulang.
(Ikhsan)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.