Kabupaten Asahan | Beritamerdekaonline.com — Seorang driver Gojek di Kabupaten Asahan, Irvan Nasution, S.Kom, diduga menjadi korban fitnah setelah akunnya diputus sepihak oleh pihak Gojek. Pemutusan kemitraan tersebut terjadi usai Irvan dituding tidak mengantarkan pesanan rokok kepada pelanggan di wilayah Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat, pada Jumat dini hari (30/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Ironisnya, berdasarkan keterangan Irvan dan saksi, pesanan rokok Lucky Strike tersebut telah diantar sesuai titik lokasi. Namun, saat driver tiba di lokasi, pelanggan berinisial Ra tidak dapat dihubungi dan hanya menunjukkan tanda centang satu pada aplikasi.
Irvan menjelaskan, pesanan GoMart diambil dari Alfamart Jalan Cokroaminoto, Kota Kisaran. Komunikasi dengan pelanggan masih aktif hingga mendekati lokasi tujuan. Namun, saat tiba di Jalan Lemeduk, Kelurahan Sidomukti, pelanggan tak merespons panggilan dan pesan.
“Nomor telepon tidak diberikan, alamat hanya tertulis F25, dan chat tiba-tiba tidak aktif,” ujar Irvan.
Ia kemudian menunggu lebih dari sembilan menit, mengetuk pagar rumah tujuan selama sekitar lima menit. Seorang pria keluar dari rumah tersebut dan menyatakan tidak pernah memesan rokok.

“Saya tidak merokok, Bang. Kalau pesan Gojek biasanya makanan. Itu akun istri saya. Titiknya salah,” ujar pemilik rumah sebagaimana ditirukan Irvan.
Setelah memastikan tidak ada penerima pesanan, Irvan menyelesaikan order sesuai prosedur di aplikasi dan pulang ke rumah karena kondisi mengantuk.
Ketua Umum LSM Gemmako Kabupaten Asahan, Dodi Antoni, menegaskan bahwa tuduhan terhadap Irvan tidak berdasar. Bahkan, rokok Lucky Strike yang dipesan masih tersimpan utuh di rumah Irvan bersama tas GoMart.
“Beliau tidak merokok. Rokok itu masih ada di rumahnya. Ini jelas bukan kelalaian driver,” tegas Dodi kepada awak media, Minggu (1/2/2026).
Menurut Dodi, Irvan dikenal sebagai driver yang jujur dan bertanggung jawab. Bahkan dalam beberapa kejadian sebelumnya, Irvan pernah menanggung kerugian secara pribadi saat terjadi klaim fiktif demi menjaga reputasi.
Atas peristiwa tersebut, Dodi Antoni mendesak manajemen Gojek pusat, baik di Jakarta maupun Medan, agar melakukan evaluasi objektif dan memulihkan akun Irvan.
“Kami minta Gojek tidak memutus mitra sepihak tanpa klarifikasi lapangan atau menghubungi driver. Ini menyangkut nafkah keluarga,” tegasnya.
Sementara itu, Irvan berharap keadilan dari pihak aplikator.
“Saya sudah beritikad baik, berkomunikasi sopan, dan menjalankan tugas sesuai aturan. Saya mohon akun saya dipulihkan,” ujar Irvan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Gojek belum memberikan keterangan resmi terkait pemutusan akun tersebut. (JA)




Tinggalkan Balasan