MUSI RAWAS, BERITA MERDEKA Online – Salah satu Sekretaris Camat (Sekcam) di Kabupaten Musi Rawas diduga tidak netral dalam proses kampanye Pemilihan Presiden 2024. Dugaan ini muncul setelah terungkap bahwa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Sekcam terlibat dalam mendukung pasangan calon presiden tertentu melalui grup WhatsApp. Jum’at, 17 Februari 2024.

Indria Febriansyah, Ketua Umum Kabeh Sedulur Indonesia Relawan Kemengan Prabowo Gibran, menyatakan bahwa temuan ini terjadi di salah satu grup WhatsApp yang merupakan grup dari kampungnya. “Keberuntungan grup WhatsApp tersebut merupakan grup dari kampung saya, dan saya ada di dalamnya. Agak risih juga melihat seorang ASN menyuarakan dukungan terhadap satu pasangan calon dan mencaci maki pasangan calon lainnya. Ini jelas melanggar kode etik seorang ASN,” ujar Indria Febriansyah.

Indria Febriansyah juga menekankan pentingnya tindakan yang diambil terhadap pelanggaran tersebut. “Saya berharap hal seperti ini bisa diambil tindakan oleh BKN Regional VII Drs. Margi Prayitno, M.AP, karena sudah merusak marwah ASN itu sendiri. Grup WhatsApp itu juga merupakan media sosial yang isinya bisa diakses oleh banyak orang, sehingga perilaku seperti ini sangat tidak patut. Apalagi sudah ada aturan yang melarang keras ASN untuk bersikap netral,” tambahnya.

Sekcam yang diduga terlibat dalam pelanggaran ini juga terlihat dalam tangkapan layar di salah satu video, di mana ia terlihat mengacungkan jari telunjuk yang disinyalir sebagai dukungan terhadap pasangan calon nomor satu.

Pelanggaran seperti ini menimbulkan kekhawatiran akan netralitas ASN dalam proses politik, serta mengancam integritas dan keadilan dalam Pemilihan Presiden 2024.(**)