Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bengkulu, Kombes Pol. Mochammad Hasan, S.I.K., M.H., menggelar silaturahmi bersama awak media di Provinsi Bengkulu sebagai upaya mempererat kemitraan antara Polri dan insan pers. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dharma Kerta Ditlantas Polda Bengkulu, Selasa (4/8/2026), tersebut menjadi momentum membangun komunikasi yang lebih erat guna mendukung penyampaian informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Kombes Pol. Mochammad Hasan memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Polda Bengkulu. Ia mengungkapkan rasa syukur karena selama kurang lebih tiga pekan bertugas di Provinsi Bengkulu telah merasakan kenyamanan, ketenangan, serta sambutan baik dari masyarakat.
”Saya berharap Bengkulu semakin maju dan kami dari Ditlantas Polda Bengkulu akan selalu hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Mochammad Hasan.
Perwira menengah Polri tersebut juga menceritakan perjalanan kariernya yang telah berlangsung selama 20 tahun. Sebelum dipercaya menjabat sebagai Dirlantas Polda Bengkulu, ia pernah bertugas di sejumlah daerah, di antaranya Papua, Makassar, Semarang, Medan, Sukabumi, Jambi, Jakarta, Purwokerto, hingga akhirnya mendapat amanah bertugas di Bengkulu.
Menurutnya, pengalaman bertugas di berbagai wilayah menjadi bekal penting dalam memahami karakteristik daerah, termasuk dalam menyusun strategi peningkatan keselamatan berlalu lintas di Provinsi Bengkulu.
Menanggapi pertanyaan awak media mengenai maraknya balap liar, Mochammad Hasan mengatakan bahwa aktivitas tersebut masih menjadi tren di kalangan anak muda. Namun, berdasarkan pengamatannya, balap liar di Kota Bengkulu relatif lebih terkendali dibandingkan beberapa daerah lain karena banyak ruas jalan telah dipasang polisi tidur yang membatasi laju kendaraan.
”Balap liar memang masih menjadi perhatian kami. Di beberapa kabupaten masih ada lokasi yang sering dijadikan arena balap liar. Sementara di Kota Bengkulu kondisinya relatif lebih terkendali. Meski demikian, pengawasan akan terus kami tingkatkan agar tidak mengganggu ketertiban maupun membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Sebagai bagian dari program kerja, Mochammad Hasan mengusung konsep pelayanan lalu lintas yang mengedepankan pendekatan humanis dengan slogan melayani dengan hati. Ia menilai langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali seluruh wilayah kerja di Provinsi Bengkulu agar kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia mengungkapkan telah mengunjungi lima kepolisian resor (Polres) dan dalam waktu sepekan ke depan akan melanjutkan kunjungan ke lima Polres lainnya. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan kondisi jalan, mengidentifikasi titik rawan kecelakaan, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
”Saya ingin memastikan seluruh jalur di Provinsi Bengkulu aman dan nyaman dilalui masyarakat. Jalan-jalan yang menjadi akses utama akan kami cek satu per satu, termasuk jalur perbatasan dengan provinsi tetangga,” jelasnya.
Selain meninjau jalur yang berbatasan dengan Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, dan Sumatera Barat, Mochammad Hasan juga berencana melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kaur. Menurut informasi yang diterimanya, terdapat sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut yang kerap terjadi kecelakaan lalu lintas hingga menimbulkan korban jiwa.
Ia menegaskan akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya sehingga dapat menentukan langkah-langkah penanganan yang tepat.
Dalam kesempatan tersebut, Mochammad Hasan juga memberikan penjelasan mengenai isu pemeriksaan kendaraan di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terkait kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Ia menegaskan bahwa Ditlantas Polda Bengkulu tidak akan melakukan penindakan berupa tilang terhadap pemilik kendaraan yang belum membayar pajak saat berada di SPBU. Setelah program pemutihan pajak berakhir pada 1 Agustus 2026, pihaknya hanya akan memberikan imbauan secara persuasif kepada masyarakat agar memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan.
Menurutnya, pembayaran pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang hasilnya akan kembali dimanfaatkan untuk pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menutup kegiatan, Mochammad Hasan menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang benar, mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
”Sebagai pendatang di Provinsi Bengkulu, sudah selayaknya saya menambah keluarga. Saya berharap melalui silaturahmi ini kita dapat membangun komunikasi yang baik, saling mendukung, dan terus bersinergi dalam memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan