ASAHAN, Berita Merdeka Online – Dewan Pimpinan Pusat LSM GEMMAKO Asahan dan DPP PERMASI Asahan menyampaikan apresiasi kepada Polrestabes Medan atas keberhasilan mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 80 kilogram dan 50 ribu butir ekstasi di kawasan Jalan Lintas Asahan, Sumatera Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP LSM GEMMAKO Asahan Sumut RI, Dodi Antoni, dan Ketua Umum DPP PERMASI Asahan, Muhammad Seto, kepada awak media, Minggu (22/02/2026). Mereka menilai pengungkapan ini sebagai langkah tegas aparat kepolisian dalam memutus mata rantai jaringan narkotika lintas daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun, dalam tempo 100 hari terakhir, Polrestabes Medan menyita total 156 kilogram sabu, 3 kilogram ganja, 60 ribu butir pil ekstasi, dan 400 butir Happy Five dari 718 tersangka kasus narkoba.

Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti 80 kilogram sabu dan puluhan ribu pil ekstasi hasil pengungkapan di Asahan.

Salah satu kasus menonjol adalah pengungkapan jaringan nasional yang terhubung melalui rute Jambi–Pekanbaru–Medan. Dua kurir diamankan saat membawa 80 kilogram sabu dan 50 ribu butir ekstasi di wilayah lintas Asahan.

Dodi Antoni dan Muhammad Seto menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen aparat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

“Kami memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Kapolrestabes Medan dan seluruh jajaran atas kerja keras dan profesionalisme dalam memberantas jaringan narkotika. Pengungkapan ini menyelamatkan ribuan bahkan jutaan generasi muda,” ujar keduanya.

Mereka juga menilai peredaran narkoba melalui jalur lintas antar daerah menjadi ancaman serius karena memanfaatkan akses transportasi strategis.

GEMMAKO dan PERMASI Asahan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dengan memberikan informasi kepada aparat serta menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman narkoba.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Kami siap bersinergi demi Asahan dan Sumatera Utara yang bersih dari narkoba,” tegas mereka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap jaringan yang terlibat. (JA)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.