SEMARANG, Berita Merdeka Online – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Semarang, Erry Sadewo menekankan kepada para kader agar bekerja keras sebagaimana blandong (penebang kayu yang bekerja pakai tenaga) dan jangan jadi gerandong (mahluk jahat dan serakah yang suka merugikan orang lain) yang merampok hak rakyat. Hal tersebut diungkapkannya saat memimpin para kadernya mendaftar sebagai bacaleg (bakal calon legislatif) ke KPU Kota Semarang, Sabtu (13/5/2023) sore.

“Yang penting kalau saya menginstruksikan kepada caleg-caleg Golkar jadi blandong jangan jadi grandong,” ucap Erry.

Menurutnya, para bacaleg yang didaftarkan ke KPU Kota Semarang sebagian besar merupakan kader milenial dan kader terbaik yang diharapkan bisa meneruskan cita-cita partai Golkar.

“Jadi kita 75 persen milenial, kita yang tua-tua mengawal. Yang muda-muda milenial ini besok harus memperjuangkan negeri ini, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat ini bahwa kita tidak jadi penonton di negaranya kita sendiri,” ungkapnya.

Erry menuturkan saat ini Golkar Semarang fokus pada Pemilu Legislatif 2024 dengan meraih suara sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang.

“Strategi menang Golkar itu melihat kedepannya mudah-mudahan kembali seperti dulu. Kita nggak terlalu berandai-andai yang luar biasa, hanya bagaimana negara bangsa ini lebih baik. Kita jangan hanya bicara wong cilik, tapi kenyataannya kepentingan rakyat kecil tidak diurus,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, para bacaleg yang mendaftar ke KPU diarak dengan mengenakan caping sebagai simbol berasal dari rakyat dan bekerja keras untuk rakyat.

“Caping itu kan teduh, kalau pikiran otak kita gak dikasih topi, gak dikasih caping kan panas, masak kita mau panas terus, akhirnya jadi emosi,” pungkas Erry.