Jakarta – Ketua Umum Niciren Syosyu Indonesia, Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja, menyampaikan dalam sebuah ajaran balas budi kepada orang tua, keluarga dan negara adalah sarat akan makna filosofis kerukunan.

Lanjutnya, untuk mencapai kerukunan dibutuhkan upaya sebuah wujud nyata dari balas budi.

“Kerukunan adalah sebuah modal dasar perjuangan dalam melakukan pembangunan bangsa kita tercinta,” pesan Suhadi Sendjaja, dalam acara ulang tahun Parisadha Budha Dharma, NSI yang ke 55.

Membangun keluarga yang rukun dan bahagia didalam sendi kehidupan bersama akan menjadi modal penting dalam mewujudkan Indonesia Maju. “Sesuai dengan cita-cita presiden kita saat ini,” tandas Pandita Utama.

Diwaktu bersamaan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmavati, mengatakan hari ulang tahun Parisadha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI), tidak hanya sekedar seremonial tetapi lebih kepada esensinya.

“Esensinya mengajak bercermin diri, apa yang sudah kita lakukan dan apa yang belum kita lakukan terhadap sesama,” ungkap I Gusto Ayu dalam sambutannya, di depan kantor Kementerian Agama, jalan Thamrin, Jakarta Pusat, hari ini minggu (3/11).

I Gusti mengingatkan, pentingnya pemberdayaan perempuan dalam melakukan perubahan adalah sebuah amanah. “80 persen perempuan yang hadir saat ini adalah sebuah keniscayaan, dalam mencerdaskan anak bangsa,” pungkas menteri perempuan di depan ribuan peserta jalan santai yang memadati jalan Thamrin.

Sementara, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Zainut Tauhid, mengingatkan pentingnya kesadaran dan kedewasaan dalam menjaga kerukunan antar umat agama. “Agar terjaga kedewasaan berpikir peran agama sangat dibutuhkan dalam menjaga gerak langkah ini,” ungkapnya.

Acara gerak jalan ‘Kerukunan’ yang melibatkan ribuan peserta ini, maka semakin lengkap kehadiran Walubi, Parisada Hindhu Dharma Indonesia (PDHI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Gereka Indonesia (PGI), Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Matakin perwakilan agama Konghucu Indonesia. (Ams)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.