SEMARANG, Berita Merdeka Online – Kota Semarang menutup tahun 2024 dengan sejumlah pencapaian gemilang. Stabilitas keamanan dan ketertiban selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diiringi keberhasilan mengendalikan inflasi hingga angka 0,22%.

Warga Kota Semarang dapat menikmati harga kebutuhan pokok yang terkendali di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), meskipun tekanan ekonomi global meningkat.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita), menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga melalui Rapat Koordinasi (Rakor) pengamanan Nataru.

“Pasokan beras, minyak, dan bahan pokok lain dari Bulog aman hingga Mei mendatang. Stok gasolin dan gas oil juga cukup,” ungkap Mbak Ita.

Strategi 4K: Kunci Sukses Kendalikan Inflasi

Hernowo Budi Luhur, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekda Kota Semarang, mengatakan keberhasilan ini merupakan buah dari strategi 4K: keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, dan komunikasi efektif.

Ia menyebut strategi ini melibatkan kolaborasi dengan Bulog, Pertamina, dan pelaku usaha.

“Kota Semarang pun dinobatkan sebagai Juara 1 kategori TPID Kabupaten/Kota Wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) Terbaik pada November 2024,” kata Hernowo.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat meninjau harga kebutuhan pokok di Kota Semarang seperti menjelang Nataru, beberapa waktu lalu.

Urban Farming: Solusi Cerdas dari Mbak Ita Puji Pak Wamen

Tak hanya berfokus pada pengendalian harga, Mbak Ita juga gencar mempromosikan urban farming sebagai solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan. Langkah cerdas ini pun mendapat acungan jempol dari Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono.

“Urban farming bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri, tetapi juga membantu mengendalikan inflasi,” puji Sudaryono beberapa waktu yang lalu.

Semarang: Kota Nyaman dengan Ekonomi Bergairah

Dengan inflasi yang terkendali, harga bahan pokok yang stabil, dan dukungan program urban farming, Semarang kini menjadi kota yang makin nyaman untuk ditinggali dan berinvestasi. Masyarakat pun dapat menyambut tahun baru dengan optimisme dan semangat baru.

Liburan Tenang, Ekonomi Tumbuh

Mbak Ita juga tak lupa menghimbau para pelaku usaha, termasuk UMKM dan PKL, untuk menjaga harga tetap wajar, terutama di sektor pariwisata.

“Jangan sampai harga yang terlalu tinggi membuat wisatawan enggan kembali ke Kota Semarang,” tegasnya.

Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kota Semarang optimis menyongsong tahun 2025 yang lebih baik. Inflasi terkendali, harga stabil, dan ekonomi bergairah akan menjadi modal utama untuk mewujudkan Semarang sebagai kota yang sejahtera dan kota wisata yang berkelanjutan.(day)