Jakarta – Komite Rakyat Bersatu (KRB) hari ini kembali melakukan aksi bersama didepan istana presiden guna menyampaikan tuntutan yang disampaikan kepada bapak presiden RI Joko Widodo.

Aksi bersama ini masih menuntut hak karena kecewa selama ini hak atas tanah yang sudah puluhan tahun diduduki oleh masyarakat setempat justru digusur oleh kelompok ‘Mafia Tanah’.

“Mafia Tanah masih menjadi musuh bersama diwilayah Sumatera Utara,” ujar Koordinator lapangan, Johan Merdeka, didepan Istana Merdeka, Taman Pandang, Jakarta Pusat, hari ini, Selasa (19/11).

Menurutnya, selama ini pemerintah cenderung membela kelompok kelompok perusahaan besar seperti PT Bridgestone, PT Leiden West, PT Agung Camera Realty dan lainnya.

Johan juga menilai, ‘Mafia Tanah’ adalah salah satu persoalan terpenting yang dihadapi oleh masyarakat Sumatera Utara (Sumut) yang mengakibatkan konflik agraria semakin meruncing.

“Luasnya tanah yang ada di Sumatera Utara dikuasai oleh oleh ‘Mafia Tanah’ ‘bak raksasa yang sulit disentuh,” tegas Johan.
Dia mengklaim, lebih kurang jutaan hektar tanah yang ada di Sumut dikuasai oleh sekompok orang yang di sebut ‘Mafia Tanah’.

Johan Merdeka berharap, aksi yang dilakukan di depan istana, sekaligus permintaan kami kepada bapak Presiden Joko Widodo agar terlibat dalam membantu penanganan masalah konflik agraria dan pendistribusian tanah di Sumut. “Kami masyarakat Sumut berharap bapak Presiden Joko Widodo turut campur tangan dengan persoalan tanah yang ada di Sumut,” tutup Johan Merdeka. (ams)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.