Kepahiang, Beritamerdekaonline.com – 1 Oktober 2025. Panen raya jagung Bhayangkara Merah Putih sukses digelar di lahan BBI Kelobak, Kepahiang, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, didampingi Kapolres Kepahiang, AKBP M. Faisal Pratama, Z. Ik, SH, MH, perwakilan Danrem 0409 Rejang Lebong, Danramil Kepahiang, Bupati Kepahiang H. Zurdinata, S.IP, Wakil Bupati Ir. Abdul Hafis, M.Si, Sekda Kepahiang Dr. Hatono, MH, Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, serta jajaran pejabat OPD, Camat, PPL, Kepala Desa Kelobak, dan para tamu undangan lainnya.

Panen raya ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polda Bengkulu, khususnya program Bhayangkara Merah Putih, yang dilaksanakan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga terkait. Hadirnya Kapolda, Bupati, dan Wakil Bupati menunjukkan sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di Bengkulu.

Lahan seluas ±2 hektar ditanami jagung unggulan bibit Supra F1, varietas terbaru yang dikembangkan Polda Bengkulu bekerja sama dengan Universitas Bengkulu. Hasil panen kali ini cukup memuaskan, mencapai kisaran 12–14 ton, menunjukkan produktivitas tinggi dari bibit jagung unggulan yang diluncurkan Polda Bengkulu pada Mei 2025 lalu.

Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan panen raya ini bukan sekadar simbolik, tetapi sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. “Hari ini kita panen jagung unggulan Bhayangkara Merah Putih, hasil dari penanaman pada bulan Mei 2025. Program ini bekerja sama dengan Universitas Bengkulu untuk menghasilkan varietas terbaik,” jelas Kapolda.

Bupati Kepahiang, H. Zurdinata, S.IP, didampingi Wakil Bupati, Ir. Abdul Hafis, M.Si, menyambut baik program ini. Menurutnya, hasil panen yang memuaskan menjadi bukti keberhasilan program Polda Bengkulu dan bisa dijadikan contoh untuk desa-desa lain di Kabupaten Kepahiang. “Kami mendukung penuh program ketahanan pangan Polda Bengkulu ini, agar ke depan bisa menunjang ketersediaan bibit unggulan khususnya di Kepahiang,” ujar Bupati.

Kegiatan panen raya dilaksanakan pada Rabu, 1 Oktober 2025, di lahan BBI Kelobak, Kepahiang, yang menjadi lokasi percontohan penanaman jagung unggulan.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal, mendorong pengembangan varietas unggul, serta menjadi model bagi desa-desa lain dalam pengelolaan pertanian yang produktif. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci sukses program ini. (Sampur Buana)