SEMARANG, Berita Merdeka Online – Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, masih menyisakan sejumlah titik api hingga Sabtu (3/10) dini hari. Asap dari kebakaran yang memasuki hari ketiga tersebut dilaporkan berdampak di lima kecamatan.
Lima wilayah yang terdampak asap yakni Kecamatan Ngaliyan, Gunungpati, Mijen, Semarang Barat, dan sebagian wilayah Tugu.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng turun langsung ke TPA Jatibarang dan memimpin rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Jumat (2/10) malam. Pemkot Semarang memfokuskan penanganan pada dua hal, yakni mempercepat pemadaman api dan menangani dampak asap terhadap masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Handi Priyanto mengatakan titik api saat ini sudah jauh berkurang dibandingkan hari pertama dan kedua kebakaran. Titik api masih ditemukan di Zona 1 dan Zona 3.
“Memang masih ada titik api, tapi secara jumlah ini sudah berkurang dibandingkan kemarin. Masih ada beberapa titik yang membara, juga asap tebal masih mengepul,” kata Handi, Sabtu (3/10) dini hari.
Menurut Handi, petugas gabungan terus melakukan pemadaman dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran serta sejumlah truk tangki air dari PDAM, DPU, dan Disperkim. Alat berat juga digunakan untuk melokalisasi titik api agar tidak kembali merembet.
Pemkot juga menyiapkan metode inject atau penyuntikan air ke dalam tumpukan sampah yang masih panas. Penyuntikan dilakukan pada kedalaman sekitar lima hingga 10 meter untuk mencegah api kembali muncul dari bagian bawah tumpukan sampah.
“Kalau dilihat kasat mata sebagian memang sudah padam, tapi kalau dari drone thermal itu masih panas di bawah sehingga kalau kena angin rawan kebakar lagi,” ujarnya.
Selain pemadaman, Pemkot Semarang meminta Dinas Kesehatan memetakan wilayah yang terdampak asap dan menyiagakan puskesmas. Pembagian masker juga dilakukan bagi petugas, relawan, dan masyarakat yang terdampak untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Handi mengatakan hingga saat ini belum ada laporan warga di wilayah terdekat TPA yang mengalami infeksi saluran pernapasan akibat asap kebakaran.
Untuk sekolah di sekitar TPA, Pemkot masih memantau kondisi asap. Jika dampaknya masih cukup parah dalam beberapa hari ke depan, pembelajaran daring dapat diperpanjang.
Pemkot Semarang juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengkaji opsi penanganan, termasuk kemungkinan penggunaan water bombing maupun rekayasa cuaca.
“Kita lakukan karena asapnya sudah cukup meluas, harapan kita tidak berdampak bagi masyarakat,” kata Handi.
Sementara untuk jangka panjang, Pemkot menyiapkan sejumlah langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi. Di antaranya menyiapkan tempat penampungan air cadangan dan mengkaji pembangunan jalur hidran di kawasan TPA.
Handi menegaskan petugas pemadam dan armada tangki air masih disiagakan selama 24 jam hingga seluruh titik api benar-benar padam. Sementara layanan pembuangan sampah di TPA Jatibarang dipastikan tetap berjalan normal.(day)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan