Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, secara resmi membuka kegiatan “Kemah Menulis dan Membaca Puisi Berbahasa Rejang dan Bengkulu Tunas Bahasa Ibu Provinsi Bengkulu Tahun 2024”. Acara ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 3 hingga 6 Desember 2024, di Hotel Splash, Kota Bengkulu.

Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melaksanakan kegiatan Kemah Menulis dan Membaca Puisi Berbahasa Rejang dan Bengkulu Tunas Bahasa Ibu Provinsi Bengkulu Tahun 2024. Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, yaitu 3—6 Desember 2024 dan bertempat di Hotel Splash, Kota Bengkulu.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Bengkulu yang telah dilaksanakan pada 13—15 November 2024 lalu. Sebagai bentuk apresiasi terhadap para peserta lomba menulis dan membaca puisi berbahasa daerah dalam FTBI, kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan “Antologi Puisi Berbahasa Daerah Rejang dan Bengkulu”. Produk ini nantinya akan menjadi bagian dari koleksi Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, memperkaya khasanah sastra daerah sekaligus mendukung pelestarian bahasa daerah.

Pembukaan Kegiatan

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bahasa Provinsi Bengkulu, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., yang didampingi oleh Riqqah Dhiya Ramadhanty, S.Pd., ketua panitia sekaligus anggota tim dari KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu. Sebanyak 40 peserta yang berasal dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu turut berpartisipasi. Dari jumlah tersebut, 35 peserta adalah siswa sekolah dasar, sementara sisanya adalah pendamping peserta.

Dalam sambutannya, Dwi Laily Sukmawati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan akhir dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah Bengkulu Tahun 2024. “Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan menulis dan membaca puisi berbahasa daerah, sebagai upaya menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah,” ujarnya.

Pembekalan oleh Narasumber

Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman yang memberikan berbagai materi. Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., membawakan materi tentang Kebijakan Bahasa. Firmansyah, S.Pd., menyampaikan materi mengenai Dasar-Dasar Puisi, sementara Handri Yanto, S.Pd., memberikan pembekalan tentang pemanfaatan bahasa daerah dan kearifan lokal sebagai inspirasi dalam penulisan puisi. Adnan Wiliansyah, S.Pd., melengkapi dengan penyampaian Teknik Dasar Membaca Puisi.

Tujuan Kegiatan

Melalui program ini, diharapkan penutur muda bahasa daerah, khususnya bahasa Rejang dan Bengkulu, dapat menjadi penutur aktif yang memahami dan mempraktikkan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan ruang kreativitas bagi generasi muda untuk mengeksplorasi fungsi baru dari bahasa dan sastra daerah, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Sebagai penutup, Kepala Bahasa Provinsi Bengkulu menyampaikan harapan agar kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap upaya revitalisasi bahasa daerah. Dengan adanya karya berupa antologi puisi, generasi muda dapat berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra daerah serta memperkenalkan keunikan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran dan kreativitas, tetapi juga langkah nyata dalam upaya melindungi kekayaan budaya bangsa.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.