Lampung, Beritamerdekaonline.com – Dinamika pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026–2029 akhirnya mencapai titik terang. Setelah melalui rangkaian proses yang panjang dan kompetitif dalam Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI ke-XVIII yang berlangsung di Ballroom Novotel Lampung, Ade Jona Prasetyo resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum BPP HIPMI terpilih secara aklamasi.

‎Yosia Yodan Ucapkan Selamat, Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi Pimpin BPP HIPMI 2026–2029.


‎Penetapan tersebut menjadi puncak dari berbagai dinamika yang mewarnai jalannya Munas. Sejak awal tahapan pemilihan, sejumlah kandidat bersaing untuk mendapatkan dukungan dari peserta Munas yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, menjelang proses penentuan akhir, peta dukungan mengalami perubahan signifikan yang mengarah pada terbentuknya konsolidasi besar di antara para calon.

‎Dukungan terhadap Ade Jona Prasetyo yang sebelumnya maju sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) Nomor Urut 2 terus menguat. Penguatan dukungan tersebut terjadi setelah Antony Leong, Caketum Nomor Urut 4, dan Reynaldo Bryan, Caketum Nomor Urut 1, memutuskan untuk bergabung dan memberikan dukungan penuh kepada Ade Jona Prasetyo.

‎Bergabungnya para kandidat tersebut semakin memperkuat posisi Ade Jona Prasetyo hingga berhasil melampaui ambang batas syarat kemenangan yang ditetapkan dalam aturan organisasi, yakni lebih dari 50 persen ditambah satu suara. Berdasarkan Tata Tertib (Tatib) persidangan serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HIPMI, kondisi tersebut menjadi dasar penetapan Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 secara aklamasi.

‎Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, yang turut mengikuti dan mengawal jalannya Munas, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi terhadap proses demokrasi organisasi yang berlangsung secara dewasa dan kondusif.

‎“Saya mengucapkan selamat kepada sahabat saya, Ade Jona Prasetyo, atas amanah sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029. Proses yang terjadi di Munas ini sangat luar biasa. Dinamika yang ada, termasuk bergabungnya rekan-rekan seperti saudaraku Antony Leong dan saudaraku Reynaldo Bryan, menunjukkan bahwa di HIPMI, persaudaraan berada di atas segalanya,” ujar Yosia Yodan, Kamis (11/6/2026).

‎Menurut Yosia, keputusan para kandidat untuk bersatu mendukung satu calon merupakan cerminan kedewasaan dalam berorganisasi. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen seluruh pihak untuk menjaga soliditas HIPMI dan memastikan keberlanjutan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

‎Yosia juga menegaskan bahwa proses aklamasi yang terjadi telah berjalan sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku. Dengan terpenuhinya ketentuan dukungan lebih dari 50 persen ditambah satu suara, kemenangan Ade Jona Prasetyo dinilai sah secara konstitusional dan memiliki legitimasi yang kuat.

‎“Secara aturan, yaitu 50 persen ditambah satu suara, kemenangan Ade Jona Prasetyo sudah sah secara aklamasi. Ini membuktikan bahwa rekan-rekan di daerah maupun pusat memiliki visi yang sama untuk membawa HIPMI menjadi organisasi yang semakin maju dan berdaya saing. Kami di BPD HIPMI Bengkulu mendukung penuh hasil ini dan siap bersinergi menjalankan program kerja BPP HIPMI ke depan,” tegasnya.

‎Dengan terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029, diharapkan organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia tersebut semakin solid dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional. Kepemimpinan baru ini juga diharapkan mampu memperkuat peran HIPMI dalam mencetak pengusaha muda yang tangguh, inovatif, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi serta pembangunan nasional.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.