Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A., menegaskan bahwa pemilihan Duta Bahasa merupakan upaya strategis untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Andriana Yohan dalam ajang Malam Final Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bengkulu. Menurutnya, para finalis yang mengikuti proses seleksi telah melalui berbagai tahapan penilaian sehingga diharapkan mampu menjalankan peran sebagai mitra strategis Balai Bahasa Provinsi Bengkulu.
“Pemilihan Duta Bahasa ini adalah proses mencari generasi muda terbaik yang nantinya akan menjadi mitra strategis Balai Bahasa Provinsi Bengkulu dalam mengampanyekan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ujarnya, di Kantor Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa para Duta Bahasa yang terpilih memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mengutamakan bahasa Indonesia, khususnya di ruang publik. Penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah perlu diterapkan baik pada lanskap bahasa, seperti papan nama dan petunjuk umum, maupun dalam berbagai dokumen resmi negara.
Selain mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia, Duta Bahasa juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Di sisi lain, para duta diharapkan tetap memiliki kemampuan berbahasa asing sebagai bekal untuk menghadapi perkembangan global.
“Duta Bahasa tidak hanya mengajak masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, tetapi juga turut melestarikan bahasa daerah. Selain itu, mereka juga harus memiliki kemampuan berbahasa asing,” katanya.
Andriana Yohan mengakui bahwa tantangan terbesar yang akan dihadapi para Duta Bahasa berasal dari lingkungan generasi muda itu sendiri. Menurutnya, banyak anak muda saat ini yang lebih tertarik menggunakan bahasa gaul atau bahasa asing karena dianggap lebih modern dan menarik.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penggunaan bahasa asing bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Penggunaannya tetap diperbolehkan selama sesuai dengan konteks dan ranah komunikasi yang tepat. Namun, bahasa Indonesia harus tetap menjadi pilihan utama, terutama dalam situasi formal.
“Tantangan bagi Duta Bahasa adalah bagaimana mengajak teman-teman sejawat mereka untuk tetap mengutamakan bahasa Indonesia di ruang-ruang formal. Penggunaan bahasa asing boleh dilakukan sesuai kebutuhan dan konteksnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai masih terdapat anggapan di kalangan generasi muda bahwa penggunaan bahasa Indonesia dapat membatasi kreativitas. Padahal, menurutnya, bahasa Indonesia justru memiliki potensi besar untuk menjadi sarana berkarya dan berinovasi.
Ia mendorong para Duta Bahasa untuk membuktikan bahwa bahasa Indonesia dapat digunakan dalam berbagai bentuk konten kreatif yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui media sosial, video digital, podcast, maupun karya kreatif lainnya, bahasa Indonesia dapat tampil modern tanpa kehilangan kaidah dan identitasnya.
Dengan semangat tersebut, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu berharap para Duta Bahasa mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi generasi muda untuk mencintai, mengutamakan, dan membanggakan bahasa Indonesia, sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa daerah dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing secara seimbang di era globalisasi.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan