Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara ramah tamah dan syukuran yang digelar sebagai bentuk silaturahmi sekaligus perpisahan Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K,. M.H., dengan masyarakat Bengkulu. Mengusung tema “Berpisah bukan berarti selesai, tapi jeda untuk bertemu lagi di lain waktu dengan cerita yang lebih indah”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bengkulu yang lama dengan masyarakat yang selama ini mendukung pelaksanaan tugasnya.

‎Syukuran dan Ramah Tamah Penuh Kehangatan, Brigjen Pol. Dicky Sondani Berpamitan kepada Masyarakat Bengkulu.


‎Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Dicky Sondani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bengkulu atas dukungan yang diberikan selama dirinya mengemban amanah sebagai Wakapolda Bengkulu. Ia mengungkapkan bahwa acara tersebut sekaligus menjadi ajang berpamitan sebelum menjalankan tugas baru sebagai Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri).

‎“Hari ini saya melakukan kegiatan silaturahmi dan ramah tamah kepada masyarakat Bengkulu, terutama masyarakat Kota Bengkulu dan keluarga saya. Saya berpamitan karena mendapatkan tugas baru sebagai Penata Kehumasan di Mabes Polri. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bengkulu yang telah mendukung saya selama menjadi Wakapolda Bengkulu,” ujarnya.

‎Menurutnya, selama bertugas di Bengkulu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terjaga dengan baik. Berbagai kegiatan berjalan aman dan lancar, sementara kondisi daerah tetap kondusif. Ia berharap suasana yang harmonis tersebut dapat terus dipertahankan demi mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

‎“Alhamdulillah, seluruh kegiatan berlangsung aman dan lancar. Situasi Bengkulu juga kondusif. Ini harus kita pertahankan agar Bengkulu semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” katanya.

‎Dalam kesempatan itu, Brigjen Pol. Dicky juga menanggapi berbagai aspirasi masyarakat yang menginginkan dirinya kembali memimpin di Polda Bengkulu pada masa mendatang. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya adalah seorang prajurit Polri yang siap menjalankan tugas di mana pun negara menempatkannya.

‎“Kalau soal itu, saya serahkan kepada Allah SWT. Saya masih beberapa tahun lagi memasuki masa pensiun. Sebagai anggota Polri, saya siap ditempatkan di mana saja sesuai perintah pimpinan,” jelasnya.

‎Meski akan bertugas di Jakarta, Dicky memastikan hubungan silaturahmi dengan masyarakat Bengkulu tidak akan terputus. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan daerah tersebut karena dirinya dan sang istri berasal dari Bengkulu. Bahkan, rumah orang tuanya masih berada di Bengkulu sehingga ia berkomitmen untuk terus berkunjung dan menjaga komunikasi dengan keluarga, sahabat, serta masyarakat.

‎“Insyaallah saya akan sering kembali ke Bengkulu untuk bertemu keluarga, saudara, dan teman-teman. Silaturahmi harus tetap terjaga walaupun saya bertugas di Jakarta,” ungkapnya.

‎Ia juga menyampaikan kesan mendalam terhadap karakter masyarakat Bengkulu yang dinilainya menjunjung tinggi perdamaian dan kebersamaan. Menurutnya, semangat penyelesaian masalah melalui pendekatan keadilan restoratif atau restorative justice sangat sesuai diterapkan karena masyarakat lebih mengutamakan musyawarah dan perdamaian daripada konflik berkepanjangan.

‎Di akhir sambutannya, Brigjen Pol. Dicky berpesan agar masyarakat tetap menjaga persatuan, tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah belah, serta terus mendukung stabilitas daerah. Ia menilai kondisi ekonomi Bengkulu saat ini cukup baik dan stabil sehingga perlu dipertahankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎Selain itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada dunia pendidikan, khususnya para alumni dan keluarga besar SMA Negeri 2 Bengkulu yang selama ini memberikan dukungan kepadanya. Ia mengaku bangga terhadap berbagai prestasi yang diraih sekolah tersebut, baik di bidang akademik maupun olahraga.

‎Acara ramah tamah dan syukuran tersebut ditutup dengan doa bersama serta sesi silaturahmi antara Brigjen Pol. Dicky Sondani dan para tamu undangan. Suasana haru dan penuh keakraban menjadi penanda bahwa perpisahan tersebut bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan jeda untuk kembali bertemu dengan kisah dan pengabdian yang lebih indah di masa mendatang.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.