Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (DPP HPMPI), Steven, menyambut baik langkah Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang berinisiatif menurunkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dari semula 10 persen menjadi 7,5 persen. Menurut Steven, kebijakan ini merupakan angin segar bagi perekonomian daerah dan sangat berdampak positif bagi masyarakat luas, khususnya di Provinsi Bengkulu.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven.


‎“Langkah Gubernur Bengkulu ini patut diapresiasi karena secara langsung akan berdampak terhadap penurunan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Bengkulu. Dengan penurunan PBBKB ini, harga BBM di Bengkulu bisa lebih kompetitif dibandingkan dengan provinsi-provinsi tetangga,” ujar Steven, di kediamannya, Rabu (6/8).

‎Steven menambahkan, penurunan harga BBM akan sangat membantu masyarakat, terutama pelaku usaha kecil, pengemudi transportasi umum, hingga sektor industri yang sangat bergantung pada bahan bakar. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi beban biaya operasional masyarakat yang selama ini cukup tinggi akibat harga BBM yang tidak kompetitif.

‎“Jika PBBKB diturunkan menjadi 7,5 persen, maka harga Pertamax yang saat ini berkisar di angka Rp12.800 di SPBU dapat turun menjadi sekitar Rp12.500. Bahkan di Pertashop, bisa menjadi Rp12.400. Ini tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran masyarakat,” jelasnya.

‎Lebih jauh, Steven menekankan bahwa kebijakan penurunan PBBKB juga akan berdampak pada peningkatan mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta penekanan terhadap laju inflasi daerah. Dengan demikian, daya beli masyarakat akan meningkat, yang pada akhirnya turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

‎“Penurunan harga BBM akan menumbuhkan efek domino positif di berbagai sektor. Dari segi logistik, distribusi barang akan menjadi lebih efisien. Dari sisi ekonomi, masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik. Ini akan memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu,” imbuh Steven.

‎DPP HPMPI berharap langkah ini tidak hanya menjadi kebijakan jangka pendek, namun dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing Bengkulu, menarik investasi, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

‎“Sudah saatnya Bengkulu menjadi provinsi yang berpihak penuh kepada rakyatnya. Penurunan PBBKB ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat dengan kebijakan yang tepat sasaran,” tutup Steven.

‎Langkah progresif Gubernur Helmi Hasan ini dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk turut mendorong kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan kemajuan daerah.