Beritamerdekaonline.com, Tangsel – Perwakilan perusahaan konsorsium Chiyoda, Saipem, Tripatra dan Suluhadi (CSTS) mengajak audiensi Ketua Komite Transformasi dan Investasi Sumuri (KTIS), Martinus Agova dan perwakilan puluhan perwakilan aksi.

Ketua Komite Transformasi dan Investasi Sumuri (KTIS), Martinus Agofa meminta pertanggungjawaban kesepakatan kerjasama CSTS terkait pembersihan limbah kilang gas alam cair (LNG) Tangguh di Papua Barat.

“Kesepakatan tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama dengan CSTS sebagai subkon British Petroleum (BP) yang projeknya harus selesai dalam melakukan pembersihan terkait limbah dan materialnya,” kata Martinus, didepan gedung CSTS, Tangerang Selatan, Senin, 27 Mei 2024.

Dalam hal ini, pihak CSTS adalah yang melakukan pembersihan limbah industri tersebut.

“Kita perwakilan pengembangan masyarakat adat sudah melakukan kerjasama dengan pihak CSTS,” katanya.

Kendati demikian, perjanjian kerjasama pembersihan limbah tersebut hingga saat ini belum mendapatkan kepastian yang jelas.

“Padahal kami sudah menyurati CSTS. Namun, belum mendapat tanggapan sama sekali,, makanya kami melakukan aksi hari ini,” jelas perwakilan masyarakat adat ini.

Audiensi hari ini, kata dia berharap memperoleh langkah konkrit.
“Mudah-mudahan diskusi yang mengerucut mendapatkan hasil sesuai dengan harapan kami,” pungkasnya.

Sementara perwakilan CSTS, Yando menyampaikan terkait sampah material konstruksi di kawasan adat Sumuri.

“Suku adat Sumuri melalui subkontraktor yang ada belum memenuhi kewajiban mereka, sudah delapan bulan belum memenuhi kewajiban mereka dan kami sebut gagal,” jelas manajer Legal CSTS ini .

“Dan subkontraktor harus membuka lelang harus menggunakan pekerja lokal,” tandasnya.

Pihaknya sudah sepakat akan menerima aspirasi masyarakat adat Sumuri melalui Komite Transportasi dan Investasi Sumuri sebagai penerima manfaat,” pungkasnya.

Disampaikan juga pertanggal 30 September 2024 dan 1 Oktober dari CSTS diwajibkan keluar dari proyek yang ada saat ini.

“Kami (CSTS) diminta BP agar segera menuntaskan hal-hal yang harus diselesaikan. Dan tidak ada tenaga kerja lagi yang dimobilisasi,” tutupnya.

Diketahui BP adalah klien dari CSTS) yang beroperasi dan berinvestasi di LNG Tangguh. CSTS adalah kontraktor yang membangun pabrik Train 3.

Subkon adalah perusahaan yang bekerja dan berkontrak dengan CSTS, salah satunya perusahaan pembersihan sampah di lokasi proyek konstruksi. (@ms)