Lahei Barat, beritamerdekaonline.com — KPHP Unit V Barito Hulu adakan pelatihan budidaya kelulut bagi Kelompok Tani Hutan di kantor Desa Luwe Hilir, kec. Lahei Barat, pada Sabtu 24/09/2022.

Kegiatan turut dihadiri perwakilan menejemen PT.PADAIDI (M.Karunia Djafar), kepala KPHP (Rudy Candra Utama, SH, SE,Msi, narasumber, kepala Desa Luwe Hilir ,tokoh masyarakat dan peserta pelatihan.

Kepala KPHP (ketua pelaksana) Rudy Candra saat pelatihan menegaskan, prospek budidaya kelulut bagi masyarakat sekitar hutan sangat menjanjikan, oleh sebab itu pelatihan sangat dibutuhkan agar nantinya setiap anggota bisa menangani dan mengembangkan budidaya kelulut sesuai dengan harapan.

Dijelaskan untuk kunci sukses budidaya kelulut harus diperhatikan penyediaan pakan 70 % dan 30% budidaya perawatan, pakan primadona kelulut mata bunga pengantin,bunga- bungaan, tanaman buah dan biasanya nektar mendapat 60% madu. Kemudian petani kelulut alangkah baiknya peka terhadap serangan hama dan melakukan pemantauan terhadap serangan parasit dengan segera mengisolasi. Awasi predator seperti cicak, tokek, kadal, semut, ayam, seriti/ walet,kutu, lalat buah , monyet dll, pungkas Rudy Candra.

Kepala Desa Luwe Hilir Hariadi mengatakan pada Bmol, budaya kelulut “Kelompok Makulipad” berdiri bulan Nopember 2021 yang lalu, berkat bantuan CSR PT. PADAIDI salah satu perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Kec. Lahei Barat semasa kepala Desa sebelumnya (sebelum dirinya menjabat ).

Kelompok Tani Hutan (KTH) budidaya kelulut Makulipad diketuai Sugian dengan anggota 25 orang mendapat bantuan 50 kotak benih kelulut dan saat ini masih dalam perawatan dan selalu koordinasi pada pihak KPHP dan menejemen PT. PADAIDI terutama dalam pengelolaan budidaya kelulut .

Terakhir Hariadi atas masyarakat mengucapkan terima kasih kepada menejemen PT. PADAIDI yang perduli pada Desa Luwe Hilir yang sampai saat ini turut serta mendampingi pelatihan bersama KPHP Unit V dalam pengembangan pengelolaan budidaya kelulut khususnya di Luwe Hilir. (Carli)