BREBES, Berita Merdeka Online – Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes (KPPKB) terus memantapkan langkah perjuangan pemekaran Kabupaten Brebes melalui dialog terbatas sebagai bagian dari konsolidasi internal organisasi. Kegiatan tersebut digelar di Cafe Orange Paguyangan Kabupaten Brebes, Jumat (9/1/2026).
Dialog yang dihadiri jajaran pengurus inti KPPKB dan perwakilan kecamatan berlangsung dalam suasana penuh semangat, kekeluargaan, dan keterbukaan.
Forum dimanfaatkan sebagai ruang penyamaan persepsi, penguatan soliditas organisasi, serta penegasan arah pergerakan dan strategi perjuangan agar tetap terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Salah satu agenda utama yang mengemuka ialah persiapan pembentukan panitia dan pematangan rangkaian kegiatan peresmian Sekretariat KPPKB. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari 2026 di Ruang Terbuka Hijau Bumi Asri, Kecamatan Bumiayu.
Peresmian sekretariat direncanakan dirangkaikan dengan doa bersama serta kegiatan berbasis partisipasi publik, seperti Car Free Day (CFD), jalan sehat, dan senam massal.
Untuk meningkatkan animo masyarakat, panitia juga menyiapkan beragam doorprize, dengan hadiah utama sepeda motor, sepeda gunung, kulkas, kompor gas, dispenser serta hadiah menarik lainnya sebagai bentuk apresiasi atas dukungan publik terhadap perjuangan pemekaran Brebes Selatan.
Sekretaris Jenderal KPPKB, Agus Sutiono, SE, M.Si., menegaskan bahwa peresmian sekretariat tidak semata bersifat seremonial, melainkan menjadi simbol penguatan komitmen kolektif dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Brebes Selatan secara konstitusional.
“Peresmian sekretariat dan doa bersama ini merupakan momentum penting untuk mengokohkan konsolidasi perjuangan rakyat Brebes Selatan agar tetap solid, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Agus.
Forum dialog juga membahas persiapan audiensi ketiga KPPKB ke Semarang yang direncanakan pada 28 Maret 2026. Agus menekankan pentingnya persiapan yang matang, terstruktur, serta berbasis komunikasi konstitusional dengan para pemangku kebijakan di tingkat provinsi.
Sementara itu, Ketua KPPKB Imam Santoso menegaskan bahwa KPPKB merupakan wadah perjuangan murni masyarakat Brebes Selatan. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan proses pemekaran daerah.
“KPPKB adalah representasi suara rakyat Brebes Selatan. Soliditas dan persatuan harus terus dijaga, karena perjuangan ini kini menjadi perhatian publik yang semakin luas,” tegas Imam.
Pada kesempatan yang sama, Bendahara KPPKB Dedy Anjar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, relawan, tokoh masyarakat, serta warga Brebes Selatan yang selama ini konsisten mendukung perjuangan pemekaran.
“Dukungan moral, tenaga, dan pemikiran dari seluruh elemen masyarakat merupakan kekuatan utama KPPKB dalam memperjuangkan aspirasi rakyat secara konstitusional,” ujarnya.
Dedy menambahkan, perjuangan pemekaran tidak dapat ditempuh secara instan, melainkan memerlukan konsistensi, keberlanjutan, dan kejelasan arah, khususnya dalam menindaklanjuti hasil komunikasi dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah.
“Kita harus mengawal proses ini secara serius dan berkesinambungan. Diharapkan mampu menghasilkan kemajuan konkret bagi pemekaran Kabupaten Brebes ” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan jalan sehat pada 8 Februari 2026 direncanakan pembagian kupon gratis tanpa pungutan biaya, sebagai bentuk kegiatan rakyat.
Selain itu, KPPKB akan menyiapkan surat resmi kepada Gubernur Jawa Tengah dan DPRD Provinsi Jawa Tengah terkait rencana kunjungan kerja ke wilayah Brebes Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Imam Santoso menyatakan persetujuannya atas konsep kegiatan terbuka dan gratis tersebut. “Ini adalah acara rakyat, sehingga harus terbuka dan dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat tanpa beban biaya,” pungkasnya.
Melalui konsolidasi yang berkelanjutan dan dukungan publik yang solid, KPPKB berharap perjuangan panjang ini dapat bermuara pada terwujudnya Kabupaten Brebes Selatan secara resmi, sah, dan konstitusional, sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Wawan Bambang AK)




Tinggalkan Balasan