Tolitoli, Beritamerdekaonline.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolitoli menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebagai persiapan menghadapi Pilkada serentak yang akan berlangsung pada November 2024 mendatang. Acara ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis dan administratif PPK dalam proses pemutakhiran data pemilih serta penggunaan aplikasi SIDALIH dan E-Coklit.
Bimtek ini dilaksanakan mulai tanggal 11 hingga 13 Juni 2024, bertempat di salah satu lokasi di Kabupaten Tolitoli. Acara tersebut diikuti oleh 50 orang PPK yang berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam Bimtek ini, peserta diberikan pelatihan intensif mengenai pemutakhiran data pemilih dan penggunaan aplikasi SIDALIH (Sistem Informasi Data Pemilih) serta E-Coklit (Elektronik Coklit) yang akan digunakan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli tahun 2024.
Ketua KPU Tolitoli, Junaidi, yang hadir sebagai pemateri utama dalam acara tersebut, menekankan pentingnya integritas dan loyalitas yang tinggi dari PPK sebagai penyelenggara Pilkada di tingkat kecamatan. “PPK harus memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi serta bekerja dengan penuh tanggung jawab,” kata Junaidi pada acara tersebut, 13 Juni 2024. Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dan komunikasi antara PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan dan desa sangatlah penting dalam tahapan Pilkada, terutama terkait pemutakhiran data pemilih.

Selain Junaidi, acara Bimtek ini juga menghadirkan Ketua Bawaslu Tolitoli, Fajar Syadik, dan Feldiyanto dari Lapas Kelas II B Tolitoli sebagai pemateri. Mereka memberikan panduan dan materi terkait pentingnya koordinasi dan kerja sama yang baik antara berbagai elemen penyelenggara Pilkada untuk memastikan proses pemilihan berjalan lancar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Junaidi mengingatkan para PPK untuk selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan PPS di wilayah kerja mereka. “Jika ada persoalan di wilayah kalian, segera lakukan komunikasi dan koordinasi secara berjenjang hingga ke KPU Kabupaten Tolitoli,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa tugas PPK harus dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan jika terdapat masalah yang tidak dapat diselesaikan di tingkat internal, maka harus segera dilaporkan kepada KPU Kabupaten.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Tolitoli, Fajar Syadik, menekankan pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan Pilkada. Ia mengingatkan para PPK untuk bekerja secara profesional dan transparan demi menjaga integritas proses pemilihan. “Pengawasan yang ketat dan kerja sama yang baik antara KPU dan Bawaslu sangat diperlukan untuk memastikan Pilkada berjalan dengan jujur dan adil,” ujar Fajar.
Sementara itu, Feldiyanto dari Lapas Kelas II B Tolitoli memberikan materi mengenai peran serta lembaga pemasyarakatan dalam mendukung kelancaran Pilkada, terutama terkait pemutakhiran data pemilih yang berada di dalam lapas. Ia menekankan pentingnya sinergi antara KPU, Bawaslu, dan Lapas dalam memastikan hak pilih warga binaan dapat terakomodasi dengan baik.
Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan PPK dalam melaksanakan tugas mereka, terutama dalam hal pemutakhiran data pemilih dan penggunaan aplikasi SIDALIH serta E-Coklit. Kedua aplikasi ini sangat penting dalam memastikan data pemilih yang akurat dan terpercaya, yang pada gilirannya akan mendukung terciptanya proses pemilihan yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Komisioner KPU Tolitoli, sekretariat dan staf KPU Tolitoli, serta para PPK dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Tolitoli. Para peserta Bimtek menyambut baik pelatihan ini dan berharap dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam tugas-tugas mereka menjelang dan selama pelaksanaan Pilkada.
Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan semua elemen penyelenggara Pilkada di Kabupaten Tolitoli dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien, serta mampu mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama proses pemilihan. Kerjasama yang baik antara KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan Pilkada yang damai, demokratis, dan bermartabat. (Adv/ALM)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan