SEMARANG, Beritamerdekaonline.com – Layanan BRT Trans Semarang Koridor IV rute Cangkiran-Stasiun Tawang dikeluhkan penumpang. Hal itu terjadi lantaran jumlah bus yang dioperasikan di rute tersebut lebih sedikit bila dibandingkan pada bulan bulan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan sejak tanggal 23 April 2022 lalu hingga saat ini, terdapat 7 armada bus yang beroperasi, itupun merupakan bus cadangan berwarna biru. Padahal sebelumnya, rute ini dilayani bus trans Semarang berwarna merah dan jumlahnya lebih dari 20 armada.

Akibatnya, banyak penumpukan penumpang pada shelter BRT Trans Semarang terutama arah Cangkiran sampai Jrakah, khususnya pada saat jam sibuk.

Nanik (34), warga Mijen pengguna BRT saat ditemui di shelter depan SMP 23 Mijen berharap agar layanan BRT koridor IV bisa ditingkatkan lagi. Menurutnya, bus yang ada saat ini dirasa masih kurang banyak, bahkan karena menunggu BRT terlalu lama, beberapa penumpang ada yang beralih naik bis boja yang juga melewati rute tersebut.

“Meskipun lama harus ditunggu mas, soale saya mau turun ke Krapyak. Tadi ada mbaknya gak sabar langsung naik bis Boja. Kalau saya mau naik bis Boja yo nanggung tow mas soale cuma berhenti di Jrakah. Ya akhire mau gak mau nungguin BRT biar bisa langsung sampai Krapyak,” ungkapnya.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang Hendrix Setiawan saat ditemui di kantornya, Rabu (11/5/2022) mengatakan, penumpukan penumpang di sejumlah shelter BRT rute Cangkiran-Tawang dikarenakan adanya permasalahan internal perusahaan pengelola koridor IV. Namun demikian, untuk melayani pengguna BRT di rute tersebut, pihaknya sudah mengoperasikan 7 bus cadangan.

“Sebelumnya kami mohon maaf pada pengguna Trans Semarang koridor IV karena sejak tanggal 23 April kemarin terjadi permasalahan teknis di dalam internal perusahaan pengelola koridor IV. Jadi, permasalahan tersebut kami tangani dengan sesegera mungkin sebisa mungkin dengan menggunakan armada cadangan yang kami punya, sehingga armada yang seharusnya memenuhi penumpang koridor IV belum bisa memenuhi jumlah penumpang,” ungkapnya.

“Ini kami berusaha secepat mungkin untuk melakukan proses agar layanan koridor IV dapat berjalan kembali normal. Ini kami sudah berproses insyaallah secepatnyalah agar Layanan ini bisa normal kembali,” ucapnya.

Untuk mengatasi penumpukan penumpang, Hendrix menyarankan untuk sementara ini masyarakat bisa menggunakan armada feeder yang melewati jalur tersebut. Yang dari Mijen bisa menggunakan layanan koridor 8 meskipun agak muter terus transit di Balaikota, dan yang di Ngaliyan bisa menggunakan feeder 1.

“Untuk penambahan bis cadangan kita belum bisa, karena bis cadangan yang kami punya bis swakelola ini sudah kita bagi untuk bis layanan malam, kemudian untuk penormalan kembali kita sudah melakukan proses pelelangan kembali,” pungkas Hendrix. 

Editor: Mualim

 


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.