SEMARANG, Berita Merdeka Online – Politikus Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Kota Semarang, Herlambang Prabowo, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah maupun kepala negara merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara beretika dan tidak membangun narasi yang menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Herlambang menanggapi pernyataan eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang belakangan ramai menjadi perbincangan publik.
Menurutnya, perlu dipertanyakan apa yang melatarbelakangi sikap Tiyo dalam menyampaikan kritik tersebut.
“Sebetulnya ada apa di situ? Pengin negara ini maju atau justru pengin negara ini mundur? Naluri yang tergerak atau digerakan,” ujarnya, Rabu (17/6).
Herlambang menilai narasi yang terus-menerus menggambarkan kondisi negara secara negatif berpotensi mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Padahal, kata dia, pemerintah saat ini tengah berupaya melakukan berbagai pembenahan untuk mewujudkan kemandirian bangsa.
“Jangan suka membangun narasi-narasi kecemasan yang membuat masyarakat tidak percaya lagi dengan pemerintahnya,” katanya.
Ia menyebut pemerintah sedang menata konsep yang dicita-citakan para pendiri bangsa, yakni mewujudkan Indonesia yang berdikari dan tidak bergantung pada kekuatan asing.
“Saat ini pemerintah mulai menata konsep-konsep yang dicanangkan oleh founding father kita untuk berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, sehingga tidak terdikte oleh negara lain atau kekuatan asing,” tandasnya.
Menurut Herlambang, sejumlah kebijakan pemerintah juga patut mendapat apresiasi, seperti kebijakan ekspor satu pintu, upaya penyelamatan uang negara hingga triliunan rupiah, serta langkah mendorong kalangan oligarki untuk ikut bertanggung jawab memikirkan kepentingan rakyat.
Ia juga menyinggung kondisi ekonomi yang menurutnya mulai menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan penguatan nilai tukar rupiah dan indeks harga saham.
“Disaat ini ketika nilai rupiah dan indeks harga saham kembali merangkak naik, kenapa tidak diberi apresiasi. Yang ada cuma kejelekan yang diumbar. Jangan-jangan lingkaran setan ini yang menginginkan Indonesia ricuh lewat tangan-tangan birokrasi, politisi atau mahasiswa,” ucapnya.
Meski demikian, Herlambang menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak anti terhadap kritik dan tetap terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat.
Karena itu, ia mengajak semua pihak menyampaikan kritik secara konstruktif dan bertanggung jawab demi menjaga optimisme publik terhadap masa depan bangsa.
Di akhir pernyataannya, Herlambang mengaku terbuka untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan Tiyo sebagai bagian dari upaya saling memberi koreksi dan membangun ruang dialog yang sehat.
“Salam saya khusus untuk Tio, saya Herlambang. Kalau kita mau ketemu, ya monggo (silahkan-red). Saya juga siap bertemu dia. Saya kader Gerindra. Saya bicara, saya bertanggung jawab,” tegasnya.(day)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan