Kabupaten Semarang | Beritamerdekaonline
Siapa sangka limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai justru mampu menjadi sumber penghasilan. Di tangan kreatif Ibu Partiyem (50), warga Dusun Gompyong RT 14 RW 05, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, limbah berhasil disulap menjadi produk bernilai ekonomi berupa kotak bandeng.
Kisah inspiratif tersebut mendapat perhatian dari personel Satgas TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0714/Salatiga. Salah satunya melalui kunjungan Serka Arif Faidzin ke tempat usaha kerajinan kotak bandeng milik Ibu Partiyem pada Selasa (28/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Serka Arif melihat langsung proses pembuatan kotak bandeng sekaligus berdialog dengan Ibu Partiyem terkait perjalanan usaha yang telah menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarganya.

Dengan ketekunan dan kreativitas, Ibu Partiyem mengolah bahan yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai jual. Setiap kotak bandeng dibuat dengan teliti agar menghasilkan kualitas yang baik serta mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Usaha ini menjadi salah satu pemasukan bagi keluarga. Yang penting tetap semangat dan menjaga kualitas agar pelanggan puas,” ujar Ibu Partiyem.

Serka Arif Faidzin mengapresiasi semangat dan kreativitas yang ditunjukkan Ibu Partiyem. Menurutnya, keberadaan usaha mikro seperti ini memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat desa.
“Usaha rumahan seperti ini patut diapresiasi karena mampu memanfaatkan potensi yang ada dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Suasana akrab terlihat saat Satgas TMMD berdiskusi langsung dengan warga mengenai berbagai potensi usaha yang dapat dikembangkan di Desa Cukil.

Pelaksanaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0714/Salatiga tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui komunikasi dan kepedulian terhadap pelaku usaha lokal, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi ekonomi desa.


Dari limbah yang sederhana, lahir sebuah karya bernilai. Kisah Ibu Partiyem menjadi bukti bahwa kreativitas, ketekunan, dan kemauan untuk berusaha mampu mengubah sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi peluang yang menghasilkan.) (Ikhsan)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.