‎Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – LPK Kaizu Hamagi Gakkou turut hadir dalam kegiatan Launching Desa Migran Emas (Edukatif, Maju, Aman, Sejahtera) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) atau Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kehadiran LPK Kaizu Hamagi Gakkou dalam acara tersebut membuktikan bahwa kepercayaan pemerintah terhadap lembaga pelatihan kerja ini semakin kuat dan konsisten.

LPK Kaizu Hamagi Gakkou turut hadir dalam kegiatan Launching Desa Migran Emas (Edukatif, Maju, Aman, Sejahtera) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) atau Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).


‎Ketua LPK Kaizu Hamagi Gakkou, Afrianto Santoso, menyampaikan bahwa arahan Menteri P2MI sangat selaras dengan visi lembaga dalam mendorong masyarakat untuk dapat bekerja di luar negeri secara prosedural dan legal. Afrianto menekankan pentingnya menjauhi praktik yang tidak prosedural dan ilegal apabila ingin bekerja di luar negeri. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga hak dan keselamatan para pekerja migran Indonesia.

‎“Saat ini, LPK Kaizu Hamagi Gakkou telah menghasilkan sekitar 400 alumni yang telah diberangkatkan ke Jepang dengan berbagai jenis visa, seperti visa magang, visa tokutei ginou, dan visa engineer/gijinkoku. Kami berharap arahan dari Menteri P2MI dapat menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat bahwa bekerja di luar negeri itu menakutkan,” ujar Afrianto, di aula Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Selasa (29/7/2025).

‎Menurut Afrianto, bekerja di luar negeri bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Sebaliknya, hal tersebut merupakan kesempatan untuk membangun jaringan internasional dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga secara signifikan. LPK Kaizu Hamagi Gakkou juga berupaya untuk memastikan setiap siswa mendapat bimbingan dan pembinaan yang maksimal agar dapat bekerja dengan baik dan menjaga nama baik bangsa Indonesia di kancah internasional.

‎“LPK kami memiliki pembina di Jepang yang selalu memberikan masukan dan arahan agar para siswa dapat bekerja sesuai dengan ketentuan dan etika yang berlaku. Kami ingin alumni kami bukan hanya sukses secara individu, tetapi juga dapat membawa nama baik Indonesia dan lembaga kami,” tambah Afrianto.

‎Salah satu keunggulan LPK Kaizu Hamagi Gakkou adalah ketersediaan dana talangan bagi siswa yang sudah memenuhi syarat dan lulus tes kerja di Jepang, namun terkendala biaya keberangkatan. Dana talangan ini disediakan melalui kerja sama dengan Koperasi Ahsani Karya. Program ini diharapkan dapat memperkuat pendanaan dan memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi para siswa yang membutuhkan dukungan finansial.

‎“Kami sadar bahwa biaya menjadi salah satu hambatan terbesar bagi calon pekerja migran yang ingin berangkat ke Jepang. Oleh sebab itu, kerja sama dengan Koperasi Ahsani Karya ini menjadi solusi nyata untuk membantu siswa kami agar tidak terbebani masalah biaya,” jelas Afrianto.

‎Kementerian P2MI sendiri menginisiasi program Desa Migran Emas sebagai upaya edukatif dan strategis untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, maju, dan sejahtera bagi para pekerja migran serta keluarganya di tanah air.

‎Kehadiran LPK Kaizu Hamagi Gakkou dalam kegiatan Launching Desa Migran Emas sekaligus menjadi wujud sinergi antara pemerintah dan lembaga pelatihan kerja dalam membangun sistem migrasi kerja yang teratur, aman, dan menguntungkan bagi semua pihak.

‎Melalui kolaborasi yang baik ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat mengakses peluang kerja di luar negeri secara legal dan memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.