Aceh Tenggara, Berita Merdeka Online — Proyek penanganan tanggap darurat tanggul sungai Lawe Kingga di Desa Kuta Lesung, Kecamatan Lawe Sumur, Aceh Tenggara (Agara), diduga gunakan material galian C Ilegal.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Pemburu Koruptor ( LSM Gempur ) minta pihak kepolisian Polda Aceh melidik proyek tersebut.
” Diduga batu Beronjong itu diambil dari hulu sungai Lawe Kingga, yang tidak memiliki ijin galian C “, kata Fajri Gegoh, Jum’at (09/09/2022).
Selain Ilegal, sebut Gegoh, pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan PT. Kota Metro Dollar itu diduga asal-asalan, terkait penyusunan batu kedalam Beronjong itu kurang padat, karena tanpa pengawasan dari dinas terkait.
” Saya melihat tidak ada pengawasan dari intansi terkait, sehingga sesuka hati rekanan bekerja”, sebut Gegoh.
Lanjut Gegoh, Pihak pelaksana juga mengabaikan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Pusat Nomor 1 Tahun 2010 tentang standard layanan informasi publik.
” Jika diabaikan, saya tak segan -segan akan membuat laporan resmi kepada Polda Aceh terkait Galian C Ilegal yang digunakan dan kecurangan lainya dalam pengerjaan proyek Beronjong itu”, ingat Pajri Gegoh.
Kepala satuan kerja ( Satker) Balai Sungai Aceh Asyari mengatakan tidak tahu menahu tentang galian C yang digunakan dalam proses pembangunan tanggul itu.
” Kami sudah menginstruksikan kepada rekananan agar tidak menggunakan material yang ilegal, Satker hanya melakukan pengawasan dalam proses pembangunanya “, kata Asyari, atau sering disapa Ai melalui sambungan telepon, Jum’at (09/09/2022).
Sebut Asyari, proyek tanggul itu menelan anggaran berkisar Rp 7, 5 Milyar merupakan proyek tanggap darurat, dalam prosesnya tidak melalui tender dengan sumber pembiayaan dari Kementerian PUPR.
” Proses pembayaran kepada rekanan setelah tim audit Insfektorat turun untuk melakukan pemerikasaan dan penghitungan baik volume dan kualitas pekerjaan mereka”, sebut Asyari. (HB)




Tinggalkan Balasan