Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu mulai mematangkan langkah pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) tahun 2026, KONI Bengkulu menegaskan fokus pada peningkatan kualitas cabang olahraga (cabor) unggulan guna mendongkrak perolehan medali.

Menuju PON 2028, KONI Bengkulu Petakan Cabor Unggulan dan Targetkan Emas.


‎Rakerprov KONI Provinsi Bengkulu yang mengusung tema “Bengkulu Emas, Berprestasi di PON 2028” tersebut digelar di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Sabtu (10/1/2026). Forum ini menjadi momentum evaluasi sekaligus pemetaan potensi atlet dan cabor yang dinilai memiliki peluang besar meraih prestasi nasional.

‎Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menegaskan bahwa keberhasilan di PON 2028 tidak bisa dicapai secara instan. Oleh karena itu, KONI menetapkan tahapan pembinaan berjenjang yang dimulai sejak tahun 2026.

‎“Fokus utama kami adalah mempersiapkan atlet secara terencana dan berkelanjutan. Rakerprov ini menjadi titik awal penajaman program pembinaan agar Bengkulu mampu bersaing dan meraih hasil maksimal di PON 2028,” ujar Teuku.

‎Ia menjelaskan, rangkaian kompetisi akan menjadi instrumen utama dalam mengukur kesiapan atlet. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) akan digelar pada 2026 sebagai ajang seleksi dan pemetaan atlet potensial. Selanjutnya, pada 2027, atlet Bengkulu akan ditempa melalui Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) dan Pra-PON sebelum berlaga di PON 2028.

‎Selain penjadwalan kompetisi, Rakerprov juga menyoroti penetapan prioritas pembinaan cabang olahraga. KONI Bengkulu telah memetakan tujuh cabang olahraga yang sebelumnya meraih medali perunggu pada PON lalu untuk didorong naik kelas menjadi peraih medali emas.

‎“Kami ingin capaian perunggu tidak berhenti di situ. Tujuh cabor ini akan mendapat perhatian khusus agar bisa naik target menjadi peraih emas,” tegasnya.

‎Dukungan terhadap langkah KONI tersebut juga datang dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyatakan komitmen Pemprov dalam mendukung kemajuan olahraga daerah, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

‎“Pemprov Bengkulu tetap berkomitmen memberikan dukungan anggaran dan penyediaan sarana prasarana olahraga. Kami menyadari bahwa prestasi atlet tidak akan terwujud tanpa dukungan yang memadai,” kata Khairil.

‎Ia menambahkan, Pemprov Bengkulu juga akan mendorong keterlibatan dunia usaha untuk ikut berkontribusi dalam pembinaan olahraga, khususnya dalam mendukung kebutuhan pendanaan dan fasilitas.

‎Dengan sinergi antara KONI, pemerintah daerah, serta dunia usaha, Bengkulu optimistis mampu mencetak prestasi gemilang dan mengibarkan nama daerah pada ajang PON 2028 di NTT dan NTB.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.