Jakarta, Berita Merdeka Online — Muhibbuththabary kelahiran Samatiga 17 Januari 1961. Hari ini, Jum,at tanggal 23 Juni 2023 di Kamenag RI, ruang sidang lantai 2, lapangan Benteng Barat Jakarta Pusat sekitar jam 09 wib telah dilakukan penyerahan KMA guru besar rumpun agama golongan /IVd dan tidak berapa lama secara otomatis langsung menjadi IV e.spesifikasi ahli dalam bidang hukum Islam.

Pria kelahiran 59 tahun lalu tersebut menyelesaikan semua jenjang pendidikan dasar sampai menengah atas seluruhnya di kecamatan samatiga.

Sebagai mana tercatat dalam curiculum vitae guru besar tersebut pernah mengenyam pendidikan mulai dari SD Reusak, MTsN Blang Bale dan MAN Suak Timah. Dia juga tetap menomor satukan pendidikan Dayah sebagai cikal bakal dalam mengenal berbagai macam ranah pendidikan agama.

Menurutnya kedua pendidikan tersebut sangat perlu disetarakan baik sebagai persiapan hidup di dunia maupun akhirat kelak

Sementara Strata Satu jurusan bahasa Arab dan strata dua dalam bidang pemikiran kedua gelar tersebut diperoleh di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Merasa tidak puas dengan pengembaraan ilmu pengetahuan dia memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi Strata 3 dengan konsentrasi fikih moderen juga diselesaikan di almamater yang sama namun status lembaga tersebut ketika itu telah berubah menjadi nomenklatur baru, lebih dikenal dengan UIN AR-RANIRY Banda Aceh.

Dalam perjalanan karir akademik Muhib pernah menjadi sekretaris lembaga bahasa disamping sebagai dosen tetap jurusan bahasa Arab pada fakultas Tarbiyah. Selanjutnya dia juga pernah dipercayakan sebagai dekan Tarbiyah dan jabatan terakhir sebagai Warek satu.

Saat ini dia dalam kesehariannya bertugas aktif sebagai dosen pada pasca sarjana disamping diembankan amanah lainya aktif sebagai wakil MPU Aceh.

Sebagai ayah dua orang anak berpesan kepada generasi muda khusus Samatiga dan umunya Aceh Barat utamakan pendidikan sebab kebahagiaan kehidupan di dunia dan diakhirat sangat ditentukan oleh kwalitas pendidikan seseorang.

Dalam arahan dan bimbingan penyerahan dan pengarahan guru besar seluruh Indonesia oleh dirjen kamenag RI prof Ali ramzani menyatakan bahwa jabatan guru besar merupakan suatu hal yang sangat me keniscayaan di perguruan tinggi dan jabatan Professor tersebut bukan jabatan terakhir dari segalanya. Namun saat ini guru besar sangat dituntut untuk terus melakukan inovasi dan terobosan baru terkait dengan pencapaian kualitas pendidikan kearah yang lebih maju sehingga model pendidikan di Indonesia akan menjadi rujukan suatu saat nanti pemikiran dan sumbangsih guru besar mutlak diperlukan.

Sekjen Forbangsa Samatiga Suandi mewakili seluruh masyarakat Samatiga sangat mengapresiasi luar biasa atas percapaian guru besar oleh salah seorang putra terbaik Samatiga ” selamat dan sukses atas gelar tersebut.Terakhir dia berharap semoga kedepan banyak putra-putri lainya yang akan menyusul untuk memperoleh gelar tertinggi di perguruan tinggi seluruh Indonesia. (Almanudar)