Takengon (Aceh) Berita Merdeka Online — Kemukiman Pamue Kecamatan Rusip Antara Kabupaten Aceh Tengah, yang terdiri dari Kampung Paya Tampu, Tanjung, Meradeh Paya, Kuala Rawa, Lut Jaya, Kerawang dan sekitarnya, sangat merasa bahagia dengan dibukanya ruas jalan Geumpang- Pameu yang insya Allah tahun 2024 akan beroperasi.
Salehin ( 65) Salah satu Mukim didaerah Kecamatan Rusip Antara dan putra Kemukiman Pamue kepada media ini, Selasa (14/3/2023) mengatakan sangat mendukung pekerjaan proyek jalan yang di bangun oleh rekanan PT. Prapen sebagai pelaksana pekerjaan Geumpang – Pamue, dimana dalam pekerjaan tersebut dilibatkan masyarakat dan BUMDes, sebagai penyedia Material dan Lokasi Kantor Perwakilan, AMP dan Stone Closer, Baching Plant dan kita juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dengan kondisi Kemukiman Pameu selama ini, katanya.
Dijelas tokoh masyarakat ini, dengan dibukanya jalur ruas jalan Geumpang- Pameu dan Sp-Uning – Pamue yang dikerjakan oleh PT.Brantas dan PT. Pelita akan memudahkan akses masyarakat terutama dalam menjual hasil perkebunan dan pertanian lainnya dan yang tidak kalah pentingnya sektor keamanan, terang Mukim.
Sementara itu ditempat terpisah Reje Kampung Paya Tampu Ilyas, kepada media ini, Berdasarkan surat keputusan Gubernur Aceh Nomor : 522.51/ DPMPTSP/923/2022 tentang
Adedum/perubahan trase Jalan Geumpang- Pameu dan Perubahan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 522.51/965/2019, tentang pemberian Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Dalam Rangka Pembangunan Ruas Jalan Geumpang- Pamue sepanjang lebih kurang 53.174,58 m ( 53.18 Km) dan jalan Janto- Keumala sepanjang lebih kurang 25.001,06 m ( 25,01 km) Kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional – 1 Banda Aceh Propinsi Aceh, ini berarti telLah ada pelepasannya dari pemerintah, terang Ilyas.
Dari itu, sebut Ilyas, bahwa selama ini banyak perusahaan lalu lalang yang masuk ke pemukiman Pamue, tapi baru kali ini kami didudukan oleh Bosnya pemborong proyek untuk bekerjasama dengan mereka, dalam pembangunan ruas jalan Geumpang- Pamue.
Maka, berdasarkan arahan pimpinan dari Kecamatan, Mukim dan Kabupaten serta ditambah dengan hasil musyawarah masyarakat Kampung sepakat membentuk BUMDes Cemerlang, kata reje.
Dikatakan reje, pada saat itu mulai kami dilibatkan dalam beberapa aitem pekerjaan seperti sebagai Humas dan buruh kasar dalam pekerjaan itu, bahkan selain Kerjasama dan telah diakte notariskan , terang reje yang di aminkan Direktur BUMDes. (Tim)



Tinggalkan Balasan