Tolitoli, Sulawesi Tengah | Berita Merdeka Online — Suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan mewarnai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD-KKSS) Kabupaten Tolitoli, yang digelar di Aula Hotel Mitra Utama, Jumat (8/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momentum penting bagi warga Sulawesi Selatan yang merantau di Kabupaten Tolitoli untuk memperkuat silaturahmi, meneguhkan solidaritas, sekaligus memilih pemimpin baru KKSS periode 2025–2030.

Musda tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tolitoli Amran H. Yahya, Ketua DPRD Sriyanti Dg. Parebba, Sekda Moh. Asrul Bantilan, serta unsur Forkopimda, Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, para Camat, dan Kepala Kelurahan se-Kecamatan Baolan. Turut hadir pula pengurus BPD KKSS Provinsi Sulawesi Tengah.

Bupati Amran H. Yahya bersama pengurus KKSS Tolitoli saat membuka Musda ke-IV di Aula Hotel Mitra Utama.

Dalam suasana penuh keakraban, Musda kali ini menjadi ajang mempererat persaudaraan sesama masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan. Para calon ketua KKSS Tolitoli menyampaikan visi dan misi yang sejalan dengan program pemerintah daerah, agar organisasi ini dapat berperan aktif dalam memajukan pembangunan dan memperkuat nilai-nilai adat serta budaya lokal.

Sekretaris Umum BPW KKSS Sulawesi Tengah, Ir. Asrul, S.T., M.Eng., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan Musda ke-IV ini.

“Terselenggaranya Musda ini tidak lepas dari kerja keras panitia dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tolitoli,” ujarnya.

Asrul juga menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 400 DPD dan 600 DPC KKSS di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa warga Sulawesi Selatan memiliki jaringan kuat dan perhatian besar terhadap pembangunan di daerah perantauan.

“Warga Sulsel memiliki potensi besar dan generasi muda KKSS harus berani bermimpi serta bergerak maju di berbagai bidang,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tolitoli Amran H. Yahya menegaskan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi pedoman hidup masyarakat Sulawesi Selatan, yaitu Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakainge (saling mengingatkan), dan Sipakalebbi (saling memuliakan).

“Nilai-nilai inilah yang menjadikan warga Sulsel dikenal berkarakter kuat, menjunjung martabat, dan memiliki jiwa sosial tinggi,” ungkap Bupati Amran.

Ia berharap Musda ke-IV KKSS dapat melahirkan pemimpin yang memiliki semangat melayani, visi yang jelas, dan hati yang tulus, serta tetap menjunjung tinggi dua nilai utama dalam budaya Sulsel, yaitu Sirri Na Pacce (harga diri dan empati) dan Taro Ada Taro Gau (konsistensi antara ucapan dan perbuatan).

“Semoga Musda kali ini melahirkan pemimpin yang amanah, dan menjadikan Kabupaten Tolitoli semakin kuat dalam keberagaman adat, budaya, dan suku,” tutup Bupati Amran. (Alm)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.