SEMARANG | Berita Merdeka Online – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Jawa Tengah menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) IV di Balai Diklat Keagamaan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (31/5/2026).
Forum lima tahunan tersebut menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Sucipto, S.Pd., sebagai Ketua DPW Permadani Jawa Tengah untuk masa bakti 2026–2031.
Pemilihan berlangsung melalui mekanisme musyawarah mufakat yang diikuti oleh 23 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.
Seluruh peserta sepakat memberikan kepercayaan kepada Sucipto untuk memimpin organisasi pada periode mendatang.
Mengusung tema “Melalui Muswil ke-IV Memperkokoh Persaudaraan Menuju Permadani Jawa Tengah Berintegritas”, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi dalam menghadapi tantangan pelestarian budaya di era modern.
Permadani selama ini dikenal aktif dalam upaya menjaga dan mengembangkan budaya nasional, khususnya budaya Jawa.
Berbagai program pendidikan, pembinaan generasi muda, hingga penguatan sumber daya manusia terus dijalankan sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam melestarikan warisan budaya bangsa.
Muswil IV dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan instansi pemerintah, di antaranya Ketua Umum DPP Permadani Drs. Suyitno Yoga Pamungkas, M.Pd., Kepala Bidang Perlindungan Kebudayaan Jawa Tengah Eris Yulianto, S.Pd., M.Pd., Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Jawa Tengah Ir. Agus Waryanto, SIP., MM., serta perwakilan Kesbangpol Jawa Tengah Harso Susilo, ST., MM.
Turut hadir Camat Banyumanik Didik Agung Mulyana, SE., M.Si., unsur TNI dan Polri, perangkat kelurahan, serta jajaran pengurus Permadani dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Ketua Panitia Muswil IV, M. Pramono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merancang program kerja yang lebih adaptif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, Permadani membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga kekompakan organisasi sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelestarian budaya.
Karena itu, kepengurusan baru diharapkan dapat membawa organisasi semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Permadani, Suyitno Yoga Pamungkas, menekankan pentingnya sinergi antara organisasi budaya dan pemerintah.
Ia menilai dukungan dari berbagai pihak menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan program pelestarian budaya yang telah dirintis sejak organisasi berdiri pada tahun 1984.
Ia menjelaskan bahwa Permadani sejak awal hadir untuk mendukung upaya pelestarian budaya melalui kegiatan menggali, mengkaji, dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa.
“Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Permadani dapat terus berperan dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat karakter bangsa,” ujarnya.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Sucipto menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan.
Ia berkomitmen memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas program kerja, serta memperluas peran Permadani dalam mendukung pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat.
“Kepercayaan ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Bersama seluruh pengurus dan anggota, kami akan berupaya membawa Permadani Jawa Tengah menjadi organisasi yang semakin profesional, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (liem)




Tinggalkan Balasan