JEPARA, Beritamerdekaonline.com – Warga Ujung Pandan kecamatan Welahan Kabupaten Jepara mengadakan audiensi dengan anggota DPRD Kabupaten Jepara terkait pelayanan PDAM di ruang Komisi A DPRD Kabupaten Jepara, Selasa (1/3/2022).

Pertemuan dihadiri perwakilan warga desa Ujung Pandan beserta Petinggi/ Kepala Desa, Khamdan, Direktur Utama PDAM Sapto Budiriyanto beserta jajarannya, Pimpinan DPRD Kabupaten Jepara Pratikno dan Junarso, beserta anggota Komisi A.

Audiensi dibuka oleh pimpinan dewan H. Pratikno, mengenai keluhan warga desa Ujung Pandan tentang tersendatnya aliran air ke rumah mereka dan berbau seperti kotoran kerbau. Selanjutnya Pratikno mempersilahkan kepada warga terlebih dahulu untuk menyampaikan keluhan terkait aliran air tersebut.

Diawali paparan dari petinggi desa Ujung Pandan, bahwa sudah sejak lama air PDAM yang mengalir ke rumah warga tidak bisa lancar dan berwarna keruh.

“Semenjak kami menggunakan air dari PDAM, disamping alirannya tidak lancar, warnanya juga keruh,” kata Khamdan.

Ia mengharapkan agar secepat mungkin bisa diperbaiki, karena sangat dibutuhkan oleh warga desanya.

Sementara itu salah satu warga, Lukman juga menyampaikan hal yang sama, yaitu aliran air tidak lancar dan keruh seperti kotoran kerbau. Menurut warga yang lain, Saifuddin, PDAM masuk ke desa Ujung Pandan pada tahun 2001, tapi tahun 2005 sudah tidak lancar lagi alirannya, kadang hidup kadang mati.

“Kami selalu berusaha untuk tepat membayar tagihan karena maksimal pembayaran tanggal 20, kalau telat kena denda Rp5000,00, tapi apa yang kami dapat?,” ujar Saifuddin mengungkapkan kekecewaannya, karena sebelumnya juga sudah pernah menyampaikan keluhan ke dewan namun jawaban dari pihak PDAM selalu sama yaitu akan segera memperbaiki.

Menanggapi permasalahan ini, anggota Komisi A yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Nasdem Padmono Wisnugroho, SH mengingatkan kepada para direktur PDAM yang hadir dalam audiensi, untuk mengingat dan mentaati aturan regulasi yang tertuang di peraturan daerah.

“Kalau dalam peraturan daerah tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan warga Kabupaten Jepara, jika sampai terbukti aliran air ternyata sampai ke luar Kabupaten Jepara, pihak PDAM harus bisa mempertanggungjawabkan,” tegas Mas Wisnu (panggilan akrab Padmono Wisnugroho) karena disinyalir ada aliran ke kebupaten tetangga sedangkan warga setempat saja masih kekurangan.

Menanggapi itu semua, direktur utama PDAM Sapto Budiriyanto mengatakan, bahwa ada dua jalur aliran air ke desa Ujung Pandan, yaitu bendungan Bumpes dan sumur desa Gedangan.

“Mungkin pada saat pembersihan filter saluran yang ada di Bumpes kurang maksimal, sehingga air jadi keruh dan berbau”, terang Sapto dan berjanji akan segera memperbaiki.

Di akhir acara audiensi tersebut, salah satu pimpinan dewan yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Jepara H. Pratikno menegaskan kepada pihak PDAM untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan jaringan aliran air dan meminta laporan pertanggungjawaban terkait bantuan dana hibah pada tahun 2021 sebesar 6,3 Milyar yang seharusnya untuk meningkatkan pelayanan ternyata banyak keluhan dari masyarakat. (KSM)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.