Kaur, Berita Merdeka Online — Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih rendah, Pemerintah Kabupaten Kaur resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus PAD. Langkah ini ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pd.I pada Kamis (3/7/2025) di ruang kerjanya.
Rapat tersebut diikuti para asisten, staf ahli, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang bertanggung jawab langsung pada pengelolaan, penagihan, dan pendataan PAD.

“Pembentukan Satgas PAD ini adalah bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan yang belum tergarap maksimal,” kata Wabup Abdul Hamid.
Baca Juga:
Realisasi PAD Kaur Baru 33 Persen, Pemkab Genjot Strategi Digital dan Kolaborasi
Wabup menjelaskan, Satgas ini nantinya melibatkan lintas sektor, mulai dari OPD terkait hingga unsur Forkopimda. Dengan kolaborasi ini, Pemkab Kaur menargetkan penerimaan PAD bisa meningkat signifikan dan menutupi ketertinggalan capaian yang ada.
Tahun 2025, Pemkab Kaur menargetkan pendapatan daerah melalui PAD tembus di angka Rp59 miliar lebih. Namun hingga akhir Juni, realisasinya baru menyentuh Rp19,7 miliar atau sekitar 33,43 persen.
“Kita masih punya waktu enam bulan ke depan. Karena itu, Satgas ini akan jadi motor penggerak percepatan realisasi PAD,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah optimalisasi bukan berarti membebani masyarakat dengan pungutan berlebihan. Justru, penataan ulang dilakukan agar seluruh potensi pendapatan — seperti pajak daerah, retribusi, pengelolaan aset — dapat digali maksimal dan transparan.
Rencananya, Satgas PAD Kabupaten Kaur akan dikukuhkan pada 8 Juli 2025. Struktur Satgas akan terdiri dari tim pengarah, penanggung jawab, pengendali dan pengawas, pendata, hingga tim pelaksana di lapangan.
Pembentukan Satgas ini menjadi langkah evaluasi. Pada 2024 lalu, capaian PAD Kaur hanya mencapai Rp32 miliar dari target Rp53 miliar, atau sekitar 60 persen. Karena itu, Pemkab menargetkan agar tahun ini realisasi bisa tembus di atas 100 persen dari target yang ditetapkan.
“Banyak potensi yang belum disentuh. Satgas ini diharapkan mampu menjadi ujung tombak akselerasi penerimaan daerah,” pungkas Abdul Hamid. (Otman)




Tinggalkan Balasan