Kaur, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 di Aula Bapperida Kaur.

Musrenbang ini menjadi langkah awal penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang akan menjadi pedoman arah pembangunan Kaur lima tahun ke depan. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pdi, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Abdul Hamid menekankan bahwa dokumen RPJMD bukan sekadar formalitas, melainkan acuan strategis dalam merancang kebijakan pembangunan daerah. Ia menjelaskan, penyusunan RPJMD mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang mengamanatkan penyusunan perencanaan jangka menengah daerah setiap lima tahun.

“Musrenbang ini harus menjadi ruang partisipasi bersama untuk merumuskan kebijakan yang benar-benar menjawab tantangan pembangunan daerah dan kebutuhan riil masyarakat,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga menyoroti pentingnya identifikasi persoalan pembangunan agar hasil RPJMD selaras dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, kebijakan harus mampu menjawab persoalan krusial seperti pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, serta kemandirian ekonomi daerah.

Dalam rancangan awal, visi pembangunan Kabupaten Kaur lima tahun mendatang diarahkan menuju Kabupaten Kaur yang Maju, Sejahtera, dan Bahagia. Empat misi utama digagas, yaitu reformasi birokrasi, percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Masukan dari berbagai pihak, baik dari OPD, tokoh masyarakat, maupun stakeholder lainnya, sangat penting untuk memperkaya dan menyempurnakan RPJMD ini,” tegasnya.

Abdul Hamid juga mengingatkan, keterbatasan anggaran daerah bukan alasan untuk pembangunan berjalan stagnan. Kolaborasi lintas sektor dan efisiensi anggaran harus menjadi prioritas agar program pembangunan tetap berjalan optimal.

Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak berkomitmen menjaga semangat kerja sama. “RPJMD ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi milik kita bersama. Hanya dengan kerja sama dan sinergi, visi Kabupaten Kaur yang maju, adil, dan sejahtera dapat terwujud,” pungkasnya.

Musrenbang RPJMD Kaur 2025–2029 diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang realistis dan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Otman)