Pangkalpinang, BeritaMerdekaOnline.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang meresmikan Kantor Kelurahan Pasir Garam yang telah direhabilitasi secara menyeluruh, Kamis (22/1/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting setelah bertahun-tahun masyarakat menghadapi kondisi kantor kelurahan yang rusak berat dan kerap terdampak banjir.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, yang akrab disapa Udin, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Dalam sambutannya, Udin menegaskan bahwa rehabilitasi gedung bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi harus diikuti dengan perubahan pola kerja aparatur kelurahan.
“Jangan sampai kantornya sudah bagus, tapi pelayanannya tetap lambat. Warga harus dilayani dengan cepat, ramah, dan responsif. Bahkan kalau perlu, masyarakat tahu langsung nomor WhatsApp lurahnya,” ujar Udin.

Menurutnya, kelurahan merupakan garda terdepan pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga, mulai dari administrasi kependudukan hingga informasi program sosial.
Pada kesempatan tersebut, Udin juga menekankan pentingnya peran kelurahan dalam menyosialisasikan program layanan kesehatan gratis yang telah diluncurkan Pemkot Pangkalpinang bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna.
Program tersebut memungkinkan warga berobat cukup dengan menggunakan KTP, tanpa biaya tambahan.
“Kalau ada warga yang sakit, jangan ragu ke puskesmas. Kelurahan harus aktif menyampaikan informasi ini agar masyarakat terbantu dan kita bisa menekan tunggakan BPJS,” katanya.
Selain layanan kesehatan gratis, Pemkot Pangkalpinang juga tengah menyiapkan layanan geriatri khusus bagi lansia di atas 60 tahun. Unit ini telah dibangun di RSUD Depati Hamzah dan akan dilengkapi mobil jemputan khusus untuk memudahkan akses warga lanjut usia.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis kelompok rentan.
Lebih jauh, Udin berharap Kantor Kelurahan Pasir Garam tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan keagamaan masyarakat.
“Kelurahan bisa menjadi tempat pengajian, santunan anak yatim, dan kegiatan sosial seperti Jumat Berkah. Kelurahan itu rumah kita bersama,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya nilai gotong royong dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota.
“Kalau masyarakat dilayani dengan baik, mereka akan merasa nyaman bekerja dan beraktivitas. Produktivitas meningkat, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah juga akan tumbuh,” tutup Udin. (S4F)




Tinggalkan Balasan