Padang (Sumbar) Beritamerdekaonline.com — Pemerintah daerah mulai dari tingkat Kabupaten/kota terlihat kurang perhatian terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang telah dilatih keterampilan untuk meningkatkan ekonomi warga. Hal ini terlihat banyaknya pemerintah daerah sampai ke tingkat kelurahan atau jorong yang tidak tahu , yang seharusnya ditindak lanjuti dengan pembinaan sesuai pendidikan keterampilan yang telah mereka ikuti dalam Bimtek.
Hal ini diungkapkan Nurcholis DT.Bijo anggota DPRD Sumbar komisi V yang memberikan.pengarahan ketika berlangsungnya Bimtek terhadap pengusaha mikro di hotel UNP Padang Senin-selasa 20/21 Maret 2023 juga diikutkan sebanya 45 orang wartawan Luak Limopuluah.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melalui Dinas Pariwisata menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) ini bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Sumbar dan BPJS.
Kegiatan Bimtek itu diikuti sedikitnya 100 pelaku Ekraf yang berasal dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Yulitri Susanti.
Ketua Panitia Pelaksana Bimtek, Ricky mengatakan, bahwa Bimtek digelar selama dua hari. Hari pertama dilaksanakan pemberian materi kepada peserta dan hari kedua melakukam peninjauan lapangan ke salah satu usaha Ekraf di Kota Bukittinggi.
“Hari ini 100 pelaku ekraf utusan dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota mengikuti Bimtek tentang bagaimana meningkatkan sektor pariwisata khususnya di dua daerah tersebut. Tak hanya itu, peserta juga melakukan studi pembelajaran ke Sarumpun Batuang, Bukik Cangang, Kota Bukittinggi guna melihat dan belajar langsung langkah terkait pengembangan usaha Ekraf baik strategi maupun pemanfaatan Digital Marketing,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Yulitri Susanti mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Sumbar, H. Nurkholis Dt. Bijo Dirajo yang telah ikut bersama-sama dengan Pemprov Sumbar mengembangkan industri kreatif, khususnya sektor pariwisata.
“Dinas Pariwisata Sumbar akan selalu melaksanakan pelatihan dan bimtek seperti ini. Alhamdulillah, melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD Sumbar, bapak Nurkholis kegiatan kita ini dapat terlaksana,” ucapnya.
Ia menyebut, saat ini ada tiga permasalahan besar yang dihadapi Pemprov Sumbar dalam mamajukan dunia pariwisata di Ranah Minang. Pertama katanya, para pelaku usaha pariwisata di Sumbar belum ramah terhadap tamu-tamu atau wisatawan yang berkunjung.
“Ramah tamah kita untuk memikat wisatawan masih kurang. Nah, ini harus kita perbaiki dan rubah bersama-sama agar wisatawan betah dan ingin datang lagi ke daerah yang kita cintai ini.( FD/NS)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan