WONOGIRI, Beritamerdekaonline.com – Dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wabup Wonogiri mengikuti tahapan pengundian nomor urut di Kantor KPU Wonogiri, Kamis (24/9/2020). Keduanya adalah Joko Sutopo-Setyo Sukarno (JOSSS) dan H Hartanto-Drs Joko Purnomo (HarJo).
Surprise bagi paslon HarJo, karena kedua istrinya yang mendampingi mengalungkan untaian bunga seusai suaminya mendapatkan nomor urut.
Hj Giyarti Hartanto mengalungkan untaian bunga ke H Hartanto, sedangkan Retno Diah Sundari Joko Purnomo mengalungkan ke Joko Purnomo.

Paslon HarJo sampai di Kantor KPU Wonogiri pukul 09.53 WIB, sedangkan paslon JOSSS tiba jam 10.07 WIB. HarJo datang dalam satu mobil dan JOSSS datang berboncengan motor lengkap dengan helm. Di undian tersebut paslon HarJo mendapatkan nomor 1 sementara paslon JOSSS nomer 2. Nomer-nomer tersebut ditulis di biola dan gunungan.
Berdasarkan pemantauan beritamerdekaonline.com, jalan menuju Kantor KPU Wonogiri dijaga kepolisian dari Polres Wonogiri, mulai ujung jalan raya hingga ujung selatan Kantor KPU Wonogiri. Tim harimau Polres Wonogiri juga dihadirkan untuk menjaga lingkungan.
Kegiatan undian nomor paslon disiarkan melalui live streaming KPU Wonogiri. Karenanya tidak terjadi penumpukan massa di kantor KPU Wonogiri.
Namun ratusan simpatisan paslon HarJo konvoi mengiringi dan menjemput paslon dari dan ke Kantor KPU Wonogiri. Ratusan massa paslon HarJo, dari informasi yang diperoleh Beritamerdekaonline.com, terpusat di dua titik yakni di posko pemenangan HarJo, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri dan Terminal Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo.
Ketua Tim pemenangan HarJo, Suparmo, mengapresiasi simpatisan yang datang dengan tetap memakai masker, helm dan protokol kesehatan. “Nomer undian sesuai angan-angan yakni nomer undian nomor 1. Sebuah sinyal memperoleh kemenangan atas izin Allah. Kami sampaikan mulai hari ini, kemarin, lusa sampai selesai di hari H pencoblosan nanti simpatisan masih sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Dia berharap simpatisan HarJo terus mengembang, mengembang dan mengembang sampai Wonogiri mengalami perubahan atas ridlo Allah SWT. Cabup H Hartanto, menegaskan target perolehan suara 60%.
“Kami berterima kasih kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan semua elemen masyarakat yang membantu perjuangan HarJo,” harapnya.
Dai purnawirawan Polri berpangkat AKBP ini berpesan, agar simpatisan tidak melakukan intimidasi, suap dalam meraih suara.
“Jika saya jadi Bupati akan menjadi Bupatinya masyarakat bukan Bupati kelompok-kelompok, Bupati partai. Saya niat mencalonkan agar masyarakat Wonogiri sejahtera lahir dan batin,” ungkap Hartanto.
Ketua KPU Wonogiri, Toto Sihsetyo, menjelaskan pilkada tetap dilaksanakan 9 Desember 2020 karena belum tahu pandemi Covid-19 akan berakhir kapan. Untuk itu, ujarnya, pelaksanaannya dilakukan dengan prinsip kehati-hatian demi mewujudkan demokrasi sehat.
“Kita berharap semua selamat, selamat pemilih, selamat penyelenggara, selamat peserta dalam kontestasi tanpa masalah,” harapnya. (Trianto Hery Suryono)
Penulis : Trianto Hery Suryono
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan