SEMARANG | Berita Merdeka Online – Ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai sekolah di Kota Semarang berkumpul dalam kegiatan Youth Volunteer Gathering PMI Kota Semarang yang berlangsung di SMKN 7 Semarang, Minggu (14/6/2026).
Sebanyak 800 peserta dari jenjang PMR Mula, Madya, dan Wira mengikuti rangkaian latihan gabungan, uji tanda kecakapan, hingga pelatihan public speaking sebagai bekal menjadi relawan muda yang tangguh dan berkarakter.
Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 68 sekolah tersebut menjadi momentum penting bagi PMI Kota Semarang untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam bidang kemanusiaan.
Selain mengasah keterampilan kepalangmerahan, peserta juga didorong untuk meningkatkan kepedulian sosial dan kemampuan berkomunikasi di tengah masyarakat.
Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI Kota Semarang, Eddy Herry Purnomo, menjelaskan bahwa Youth Volunteer Gathering merupakan wadah untuk mengevaluasi sekaligus mengembangkan kemampuan anggota PMR.
Melalui uji tanda kecakapan, peserta ditantang membuktikan kompetensi yang telah dipelajari selama proses pembinaan.
“PMR bukan hanya belajar pertolongan pertama atau kegiatan sosial, tetapi juga dibentuk menjadi duta kemanusiaan yang mampu membawa nilai-nilai kepedulian kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Salah satu agenda yang menarik perhatian peserta adalah pelatihan public speaking.
Materi tersebut diberikan agar anggota PMR mampu menyampaikan pesan kemanusiaan secara efektif, mengedukasi lingkungan sekitar, serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam berbagai aksi sosial.
Pada penyelenggaraan tahun ini, PMI Kota Semarang mengangkat tema “Humanity for Elderly and People with Disabilities”.
Tema tersebut menyoroti pentingnya perhatian terhadap kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan yang inklusif.
Menurut Eddy, tema tersebut selaras dengan semangat Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang serta nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menanamkan rasa empati, gotong royong, dan kepedulian sosial kepada para peserta.
Sementara itu, Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI Kota Semarang, Wiwit Rijanto, menyebut kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mempersiapkan peserta menghadapi Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) 2027.
Melalui latihan dan evaluasi yang berkelanjutan, PMI berharap dapat mencetak relawan-relawan muda yang siap berprestasi sekaligus mengabdi kepada masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya proses kaderisasi yang berjenjang, mulai dari PMR Mula, Madya, Wira hingga berlanjut menjadi anggota Korps Sukarela (KSR) di perguruan tinggi.
Dengan pola pembinaan yang berkesinambungan, PMI Kota Semarang optimistis akan lahir generasi relawan masa depan yang mampu menjadi garda terdepan dalam berbagai misi kemanusiaan.
“Harapannya, adik-adik PMR ini terus berkembang dan melanjutkan jenjang relawannya hingga KSR. Mereka nantinya akan menjadi kekuatan penting PMI dalam membantu masyarakat Kota Semarang saat dibutuhkan,” pungkasnya.
Editor: Mualim
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan