Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Putera Puteri Kebudayaan Bengkulu (PPKB) yang terdiri dari generasi muda Bengkulu yang mempunyai komitmen untuk selalu bergerak dalam bidang edukasi dan pelestarian kebudayaan Bengkulu kembali melaksanakan kegiatan edukasi kebudayaan Bengkulu dalam Workshop Pemuda Bengkulu Makin Cakap Digital dengan tema “Generasi Aman dan Berbudaya di Ruang Digital”.

Kegiatan edukasi kebudayaan Bengkulu dalam Workshop Pemuda Bengkulu Makin Cakap Digital dengan tema “Generasi Aman dan Berbudaya di Ruang Digital”.

Kegiatan yang digelar di aula Universitas Dehasen Bengkulu ini berlangsung dengan sangat meriah dengan menghadirkan tiga orang pemateri yaitu Reko Serasi, M.A. sebagai founder PPKB dan juga National Director Putra Putri Budaya Indonesia (PPBI), Sherli Djidin yang merupakan pelaku budaya sekaligus anggota BMA Bengkulu dan Kumaedi mewakil JaWAra Internet Sehat Bengkulu.

Materi tentang peran generasi muda dalam edukasi dan pelestarian kebudayaan disampaikan oleh Reko Serasi dan diteruskan dengan praktek langsung pembuatan “Detar” (pelengkap/penutup kepala pakaian adat laki-laki Provinsi Bengkulu) bersama Sherli Djidin bersama dengan para peserta workshop yang merupakan perwakilan dari lintas ikatan/duta pemuda dan kampus se-Provinsi Bengkulu seperti Bujang Gadis, Putra Putri Kampus, Duta Genre, PUPAN, Duta Bahasa, Duta Kampus STIA, UNIB, Dehasen, UINFAS,UMB, dan lainnya.

Pada kesempatan ini juga, Kumaedi menyampaikan pentingnya generasi muda yang cakap digital sehingga generasi muda Bengkulu aman ketika berada atau mengakses dunia digital.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu diwakili oleh Sekretaris, M Syahjudin, M.Pd mengatakan bahwa peran generasi muda sangatlah penting dalam pelestarian kebudayaan ditengah gempuran budaya asing yang masuk ke Indonesia termasuk ke kalangan generasi muda Bengkulu.

“Oleh sebab itu, peran pemuda seperti Putera Puteri Kebudayaan Bengkulu inilah yang perlu kita dukung bersama dan Dikbud Provinsi Bengkulu selalu siap mendukung dan berkolaborasi dengan generasi muda yang peduli akan kebudayaan Bengkulu,” ucapnya saat membuka kegiatan Workshop, Sabtu (27/08) pagi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Perwakilan Pembina PPKB Lisa Rakmanina, M.Pd., mengatakan bahwa sinergi generasi muda dan dinas terkait sangatlah diperlukan untuk pelestarian kebudayaan.

“PPKB yang sejak awal berdiri akan selalu bergerak bersama seluruh anggotanya untuk edukasi dan pelestarian kebudayaan di Bengkulu,” jelas nya.

Pembina PPKB itu juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung PPKB selama ini dan kegiatan workshop pelatihan pembuatan “Detar” ini seperti Dikbud provinsi Bengkulu, Universitas Dehasen yang menjadi tuan rumah serta ibu Destita yang merupakan tokoh perempuan Bengkulu yang peduli akan kebudayaan. Serta tidak lupa JaWAra Internet Sehat Bengkulu yang telah berkolaborasi dengan PPKB.

Dikesempatan yang sama, Wakil Rektor III Universitas Dehasen Yode Arliando, M.Kom mengungkapkan bahwa Unived selalu berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda Bengkulu yang aktif dan kreatif dalam dunia pendidikan dan pelestarian kebudayaan Bengkulu.

“Bahwa menjaga kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama termasuk Unived sebagai lembaga pendidikan tinggi di Bengkulu,” kata nya.

Pada akhir kegiatan, Reko Serasi, M.A. yang merupakan founder PPKB dan PPBI ini merangkum pentingnya kegiatan edukasi dan pelestarian budaya di genarasi muda. Sesuai dengan yang dijelaskan oleh Sherli Djidin dalam pemaparan materinya terkait fungsi dan kakna “Detar”.

Foto bersama. Kegiatan edukasi kebudayaan Bengkulu dalam Workshop Pemuda Bengkulu Makin Cakap Digital dengan tema “Generasi Aman dan Berbudaya di Ruang Digital”.

“Bahwa di masyarakat kita Bengkulu masih banyak sekali kesalahan dalam penggunaan Detar dan hal tersebut menandakan kurangnya sosialisasi dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Detar seperti yang sering ditemui baik di acara pernikahan bahkan acara resmi pemerintahan yang menggunakan pakaian adat Bengkulu,” jelas Reko.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini generasi muda Bengkulu dapat ikut melestarikan dan memahami fungsi serta makna salah satu bagian penting dalam pakaian adat laki-laki Bengkulu yaitu Detar,” harapnya. (BM)