Bireun, Beritamerdekaonline.com – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bekerjasama dengan Aceh Wetland Foundation (AWF) melaksanakan pelatihan kerajinan Purun menjadi barang souvernir di Desa Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Biruen.
Peserta pelatihan diikuti kalangan wanita yang berada di Desa Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang Bireun. Peserta dengan antusias mengerjakan beberapa produk kerajinan tangan yang bersumber dari bahan baku puru yang ada di Rawa Gambut Paya Nie, Senin (21/9/2020).
Kegiatan dipandu oleh instruktur yang didatangkan dari luar daerah untuk lebih mendapat hasil berkreasi dan inovasi.
Produk kerajinan tangan para kaum wanita berupa tas bermotif Aceh, tempat tisue, sandal dan lainnya dengan hasil yang lebih kreatif dan menarik bagi konsumen untuk membelinya sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di Desa Balang Mee.
Dukungan PT PIM dalam terselenggaranya pelatihan ini berupa bantuan dana untuk biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan selama dua hari.
Bantuan dana tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Perusahaan PIM Yuanda Wattimena didampingi Manager Humas Nasrun dan Manager CSR & PKBL Zulhadi diterima langsung oleh Yusmadi Yusuf selaku AWF Kabupaten Biruen.
Dalam kesempatan tersebut, Yuanda Watimena menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua AWF dan para peserta pelatihan yang sangat antusias untuk mengembangkan dan berkreasi dalam menciptakan kerajinan tangan yang sudah sangat langka di Aceh khususnya bahan baku purun berasal dari rawa gambut paya nie yang sangat tersohor infonya.
PIM akan membantu mempromosikan hasil kerajinan tangan ini melalui program CSR.
Manager Humas Nasrun didampingi Manager PKBL & CSR Zulhadi mengatakan dalam kegiatan pelatihan ini PIM membantu dana Rp 10 juta yang digunakan untuk biaya pelatihan dan instruktur yang didatangkan dari luar daerah, bantuan ini sebagai wujud kepedulian perusahaan dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat terutama bagi kaum wanita yang berada di Desa Blang Mee dan semoga produk kerajinan tangan ini yang sangat kreatif dan inovatif bisa dikomersilkan ditingkat daerah maupun nasional melalui even-even promosi di acara pameran-pameran dan melalui media elektronik maupun cetak secara berkelanjutan.
“Desa Blang Mee merupakan Desa lingkungan PIM dimana Desa tersebut sebagai lokasi sumber bahan baku air (Water Intake) untuk proses produksi PIM,” ucapnya.
Ketua AWF Yusmadi Yusuf menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT PIM yang telah membantu biaya pelantihan ini dan berharap untuk terus bersinergi dalam program AWF khusus kelanjutan paska pelatihan dan promosi produk kerajinan tangan ini.
“Terima kasih PT PIM, semoga kedepan bisa terus bersinergi,” tutupnya. (Zulkifli)




Tinggalkan Balasan