KABUPATEN SEMARANG, Berita Merdeka Online – Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Pak Misri di Dusun Banjari, RT 24/RW 08, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terus menunjukkan perubahan.
Memasuki tahap penyempurnaan, Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga bersama masyarakat mulai memasang rangka plafon pada bagian dalam rumah, Senin (10/8/2026).
Batang-batang rangka dipasang satu per satu dengan penuh ketelitian. Setiap bagian terlebih dahulu diukur, kemudian dirangkai dan ditempatkan sesuai posisi agar menghasilkan konstruksi plafon yang kokoh serta rapi.
Meski pekerjaan dilakukan pada bagian atas ruangan dan membutuhkan kecermatan ekstra, para personel Satgas bersama warga tetap bekerja dengan penuh semangat.
Rangka yang perlahan memenuhi bagian langit-langit ruangan menjadi penanda bahwa rumah Pak Misri semakin mendekati bentuk akhirnya. Setelah rangka selesai, bagian tersebut akan menjadi penopang plafon yang nantinya menutup bagian dalam rumah sekaligus memberikan kesan lebih rapi dan nyaman.
Bagi keluarga Pak Misri, perubahan tersebut tentu memiliki arti tersendiri. Rumah yang sebelumnya membutuhkan banyak pembenahan kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih layak.
Di tengah aktivitas pembangunan, semangat gotong royong juga terus terlihat. Satgas TMMD dan masyarakat bekerja berdampingan, saling membantu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan.
Kebersamaan tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan program TMMD Reguler ke-129. Kehadiran prajurit TNI tidak hanya menghadirkan tenaga untuk pembangunan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Pemasangan rangka plafon memang terlihat sebagai pekerjaan sederhana. Namun, bagi keluarga penerima manfaat, tahapan tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan menuju rumah yang lebih nyaman, sehat dan aman.
Jika dinding menjadi pelindung dan atap menjadi naungan, maka plafon menjadi salah satu bagian yang menyempurnakan kenyamanan sebuah hunian.

Karena itu, setiap rangka yang terpasang bukan hanya sekadar material bangunan. Di baliknya terdapat harapan keluarga Pak Misri untuk segera menikmati rumah yang lebih layak setelah proses rehabilitasi selesai.
Seiring pembangunan yang terus bergerak, harapan itu pun semakin dekat untuk diwujudkan.
(Ikhsan).
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan