Kabupaten Semarang, BeritaMerdekaOnline – Air mata haru mengiringi langkah anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga saat berpamitan dengan keluarga Fajar Arifin (29), warga RT 17/RW 06, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (10/8/2026).

Bukan sekadar pamitan biasa. Pertemuan tersebut menjadi momen emosional bagi keluarga Fajar setelah selama beberapa waktu rumah mereka menjadi salah satu sasaran program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-129.
Didampingi Babinsa Desa Cukil, anggota Satgas menyempatkan diri bersilaturahmi sekaligus berpamitan kepada Fajar Arifin dan keluarganya. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan terasa dalam pertemuan tersebut.

Kedekatan yang terbangun selama proses rehabilitasi membuat kepergian para prajurit meninggalkan kesan mendalam. Selama pengerjaan rumah, anggota Satgas tidak hanya hadir sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga berbaur dengan warga, bergotong royong dan membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat.

Bagi keluarga Fajar, kehadiran para prajurit menjadi bagian penting dari perjalanan mereka mendapatkan hunian yang lebih layak, sehat dan nyaman.
Fajar Arifin pun menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada jajaran TNI yang telah memberikan perhatian dan membantu memperbaiki kondisi rumah keluarganya.

“Kami sekeluarga sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada kami. Semoga seluruh anggota TNI selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” ungkap Fajar.

Rehabilitasi RTLH tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran TMMD.
Program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong sekaligus mempererat hubungan emosional antara prajurit TNI dengan masyarakat.

Interaksi yang terbangun selama pelaksanaan program menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu diukur dari hasil fisik semata. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat juga menghadirkan rasa kebersamaan, kepedulian dan semangat untuk saling membantu.
Kini, Fajar Arifin bersama keluarganya dapat menikmati rumah yang lebih layak dan nyaman. Sementara bagi anggota Satgas TMMD, rumah tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pengabdian di tengah masyarakat mampu meninggalkan perubahan yang nyata.

Pamitnya para prajurit boleh menjadi akhir dari tugas mereka di rumah Fajar. Namun, kenangan tentang kebersamaan, gotong royong dan kepedulian selama proses rehabilitasi akan tetap menjadi bagian yang sulit dilupakan.

Momen sederhana tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat—ketika prajurit datang membawa pengabdian dan pulang meninggalkan persaudaraan.
(Ikhsan).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.