Tim visitasi Kementerian Pariwisata disambut Bupati Agam, Benni Warlis, bersama jajaran OPD, pemerintah kecamatan dan nagari serta tokoh masyarakat di Rumah Gadang Nagari Simarasok.
Agam, Berita Merdeka Online — Nagari Wisata Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, menjalani visitasi lapangan Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026, Selasa (22/9). Visitasi ini merupakan bagian dari tahapan penilaian setelah Simarasok masuk 15 besar kategori Desa dan Kampung Wisata Terbaik Nasional.
Tim visitasi Kementerian Pariwisata disambut Bupati Agam, Benni Warlis, bersama jajaran OPD, pemerintah kecamatan dan nagari serta tokoh masyarakat di Rumah Gadang Nagari Simarasok.
Bupati mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama masyarakat, Pokdarwis, pemerintah nagari dan berbagai unsur masyarakat. Ia berharap visitasi menjadi momentum bagi Simarasok untuk meraih posisi terbaik.
“Bukan nomor tiga, nomor satu. Jadilah seperti itu. Kami sangat yakin itu,” ujar Benni Warlis.
Menurutnya, kekuatan Simarasok terletak pada alam yang masih alami, budaya serta keterlibatan masyarakat dalam pengembangan wisata. Berbagai unsur, mulai dari ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda hingga Pokdarwis turut terlibat.
Simarasok memiliki sejumlah daya tarik, di antaranya Geosite Goa Nan Panjang atau Ngalau Agam Tabik, Pemandian Batu Putiah, rafting, caving, climbing dan tracking. Destinasi ini juga didukung homestay yang dikelola masyarakat.
“Pariwisata Simarasok tumbuh dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Bupati berharap tim juri dapat melihat langsung potensi, keterlibatan masyarakat dan tata kelola wisata yang dibangun di Simarasok. Ia menegaskan, WIA bukan sekadar soal penghargaan, tetapi diharapkan mampu mendorong pariwisata yang mandiri dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata, Shantony, SH., MH., mengapresiasi potensi Simarasok yang dinilainya kuat pada unsur alam, budaya dan lingkungan yang masih alami.
“Dalam pariwisata ada tiga unsur, yakni alam, budaya, dan buatan. Di Simarasok, saya melihat kekuatannya justru pada alam, budaya, dan lingkungannya yang luar biasa,” katanya.

Shantony mengingatkan, penghargaan bukan menjadi akhir dari pengembangan desa wisata. Menurutnya, keberlanjutan program dan kemampuan mempertahankan potensi yang telah dimiliki menjadi hal penting, dengan Kementerian Pariwisata tetap dapat bersinergi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Kini, Simarasok menanti hasil tahapan penilaian WIA 2026 dengan target yang ditegaskan Bupati Agam, yakni meraih juara satu. (KN).
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan